GerbangIndonesia, Lotim – Keadaan air bersih di Gili Ree dan Gili Belek Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur sudah aman dan membaik. Sebab sebelumnya, Kecamatan Jerowaru dikenal menjadi langganan kekeringan setiap tahunnya. Terlebih di kedua gili tersebut.
Baca Juga: Lima Zodiak Ini Diprediksi Bakal Kaya Raya di Masa Depan, Kamu Termasuk?
Kepala Desa Paremas Sahman mengatakan, saat ini jalur pendistribusian memang masih melalui Telong-elong. Namun kedepannya Pemdes Premas akan membuat reservoir di kantor desa agar bisa langsung diteribusikan ke masing-masing gili.
“Ini yang belum ada anggaran untuk membuat resvoir. Kalau sudah ada reservoir itu aman sudah di sini,” ujarnya saat ditemui di Gili Ree, Kamis (23/12).
Kata dia, sambungan air ke dua gili tersebut sebenarnya sudah ada sejak 2021. Namun airnya sering macet, bahkan airnya tidak ada sama sekali. Hal itu pun membuat masyarakat resah bahkan masyarakat juga sering membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Kalau di sini airnya sudah aman. Sudah tidak macet-macet lagi bahkan kita yang di darat yang masih sering macet-macet. Kalau dulu bahkan sampai tampung air hujan,” ulasnya.
Dirinya mengaku, meski kerap macet namun tidak separah tahun lalu dan tidak sampai membuat masyarakat membeli air bersih. Selain itu, kualitas air itu juga sangat bersih sehingga bisa diminum langsung oleh masyarakat setempat.
Dirinya merasa bersukur dan sangat berterimakasih terhadap pemerintah yang sekarang ini. Menurut dia, sejak kepemimpinan H Sukiman kedaan di dua gili mengalami perubahan drastis. Mulai dari ketersedian air bersih dan pembangunana jembatan yang menghubungkan dua gili.
Baca Juga: Mimpi Jembatan Baru Terwujud, Anak-anak Berhenti Naik Perahu ke Sekolah
“Kami menilai kepimpinan H Sukiman ini berhasil. Ini bukan saya menyanjung atau saya suka dengan beliau (Bupati Lotim, Red) tapi memang ini kenyataannya. Suka tidak suka memang kita harus akui itu. Kalau tidak percaya, silakan cek keadaan air masyarakat,” tegasnya sambil menunjuk tandon penampungan air.
Selain masalah air bersih yang sudah aman, dirinya juga menilai di masa kepemimpinan H Sukiman juga kembali mempermudah akses bagi masyarakat dengan terbangunnya jembatan penghubung Gili Ree dan Gili Belek. Sehingga para siswa yang sebelumnya susah payah bahkan bertaruh nyawa hanya untuk sekolah, sekarang bisa dengan berjalan kaki.
“Alahamdulillah sekarang akses masyarakat sudah lebih baik, mimpi masyarakat yang sudah lama akhirnya terwujud juga. Kami sangat bersyukur sekali husunya kepada pak bupati, tapi mimpi kita masih ada lagi. Semoga bisa dibuatkan lagi jembatan penghubung antara Gili Belek ke daratan (Pulau Lombok, Red),” tutupnya. (par)
Editor: Lalu Habib Fadli








