Gerbangindonesia, Lombok Utara – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lombok Utara (KLU) melalui Dinas Pariwisata (Dispar) menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk tahun ini sebesar Rp 1,7 miliar. Jumlah nominal target itu naik dari tahun-tahun sebelumnya. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata Lombok Utara Ainal Yakin, Rabu (2/2).
Baca Juga: Optik Bersama Siapkan 100 Unit Kacamata Baca dan Minus Gratis, Ini Syaratnya..
Menurutnya, pihaknya optimis mampu merealisasikan apa yang menjadi target tersebut. Tidak hanya di tiga pulau andalan, yaitu Trawangan, Meno, dan Air namun juga destinasi yang ada di daratan yang membantang sepanjang daerah juga akan dimaksimalkan. Hal ini merupakan PR tersendiri bagi instansi yang ia pimpin, sebab dalam situasi pandemi Covid-19 ditambah dengan menurunnya jumlah tamu yang datang di rasa akan bekerja ekstra guna merealisasikan target tersebut.
“Kita akan bekerja bagaimana target bisa terpenuhi. Situasi hari ini tentu berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.
Pada tahun 2018 lalu, mantan Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Lombok Utara itu menyebut tercatat ada kunjungan kurang lebih 1 juta wisatawan. Hanya saja, realisasi retribusi dari jasa masuk destinasi wisata justru tidak memenuhi target kala itu. Dengan demikian ia akan memaksimalkan segala potensi pariwisata guna merealisasikan target yang dinilai besar ini. Demikian dengan lokasi wisata yang tahun ini juga akan mendapat pekerjaan peningkatan sarana dan prasarana untuk meningkatkan kualitas daripada objek destinasi tersebut.
“Artinya dengan target besar ini ada motivasi bagi kami, ada beberapa titik yang jadi sumber (pendapatan) ada 14 destinasi termasuk Gili Meno dan Beraringan,” katanya.
Dijelaskan, untuk memaksimalkan destinasi supaya ramai dikunjungi wisatawan, tahun ini ada beberapa peningkatan. Di antaranya yaitu penataan Pantai Bintang yang ada di wilayah Tanjung. Pantai tersebut jaraknya cukup dekat dengan Pantai Impos yang acapkali banyak dikunjungi wisatawan lokal. Rencananya, selain diperindah, manajemen Pantai Bintang juga akan digabung dengan Impos dengan demikian diharapkan akan menambah pendapatan daerah yang tidak sedikit. Kemudian di objek lain ada di wilayah Senaru.
“Pantai Bintang untuk penataan kita anggarkan sekitar Rp 2 miliar. Nanti itu akan digabung manajemennya dengan Impos. Di Senaru juga kita anggarkan jalannya yang menuju ke Air Terjun Tiu Kelep,” jelasnya.
Kiat lain yang dilakukan Dispar, selain mempercantik destinasi juga kaitannya dengan memaksimalkan promosi dari kegiatan-kegiatan atau event yang dilaksanakan dengan pelaku dan asosiasi pariwisata. Belakangan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan GHA, APGT, PHRI, dan BPPD untuk menyatukan konsep sebelum melaksanakan event. Event dimaksud untuk menarik wisatawan sehingga yang diharapkan akan terciptanya peningkatan PAD dalam kegiatan tersebut. Diketahui event yang akan digelar tidak masuk dalan event besar tahunan dalam kalender pariwisata.
Baca Juga: Waw… FC Barcelona Bakal Bikin Sekolah Bola di NTB, Begini Konsepnya..
“Kami sedang konsep sejumlah event ini kita harapkan berkesinambungan untuk menarik wisatawan. Kita bekerja dengan semangat untuk bangkitkan pariwisata. Bulan Februari ini akan ada (event di Trawangan) dan segera kita publikasi,” pungkasnya.(iko)
Editor: Lalu Habib Fadli







