
GerbangIndonesia, Lotim – Sejumlah sapi ternak di Lombok Timur terdeteksi terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Penyakit tersebut diketahui sejak sepekan lalu, setelah sejumlah peternak melaporkannya kepada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Keswan) Lotim.
Baca Juga: Demi Indonesia Emas 2045, Kapolri Minta Serikat Mahasiswa Muslimin Ingat Soal Ini..
Kepala Dinas Keswan Lotim, H Masyhur menyampaikan, sejauh ini penyakit PMK tersebut baru terdeteksi hanya 4 kasus atau empat ekor sapi yang di kecamatan Aikmel Lotim.
“Tapi belum ada yang ditemukan ternak yang mati. Yang kita takutkan penyakit ini menular kepada ternak-ternak yang lain,” terangnya saat ditemui di ruangannya, Kamis (12/5).
Untuk mengantisipasi peyebaran penyakit tersebut, pihaknya mengumpulkan semua dokter hewan yang ada di Lotim untuk memberikan pencegahan dan penanganan dan melakukan isolasi terhadap ternak-ternak yang terjangkit.
Selain itu, pihaknya juga akan membatasi alur ternak antar kabupaten, kota, kecamatan bahkan antara kelompok ternak agar penyakit tersebut tidak menular ke sapi lainnya.
“Kita juga meminta dokter hewan dan peternak untuk membersihkan kandang-kandang dan menyemprot kandang,” imbuhnya.
Selain itu lanjut Masyhur, sapi yang berasal dari Pulau Sumbawa untuk sementara waktu ini akan distop untuk masuk ke Lotim. Pihaknya juga akan menutup pasar ternak untuk memutus mata rantai penyebaran.
Dijelaskan Masyhur, meski penyakit tersebut merupakan penyakit menular, namun tingkat kesembuhan ternak masih tinggi, sehingga dirinya berharap agar para peternak jangan terlalu panik dan dibesar-besarkan.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Disebut Bakal Punya Kekuatan Besar Jika Didampingi Sosok Ini di Pilpres 2024
“Kita harap peternak jangan terlalu cemas lah dengan penyakit ini. Walaupun penyakit besar tapi jangan terlalu dibesar-besarkan, karena harapan untuk bisa sembuh itu tinggi. Kemungkinan untuk tidak selamat hanya 1 persen saja jadi jangan terlalu cemaslah,” pesannya. (par)
Editor: Lalu Habib Fadli







