Kepala Dikes Lombok Utara, dr. Abdul Kadir FOTO ANGGER RICO/GERBANG INDONESIA

Gerbangindonesia, Lombok Utara – Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dari Pemerintah Pusat untuk Kabupaten Lombok Utara (KLU) pada tahun 2022 ini, dinilai bagus pengelolaannya dari sejumlah kabupaten/kota yang digelontorkan anggaran serupa. Hal ini terungkap usai pihak dari Kementerian Kesehatan, Bappenas, hingga World Bank turun mengunjugi sejumlah puskesmas di kabupaten termuda di NTB ini, beberapa waktu yang lalu.

Baca Juga: Kisah Perjuangan Mendatangkan MotoGP Kembali ke Indonesia, Setelah Absen 25 Tahun

Kepala Dinas Kesehatan Lombok Utara dr. Abdul Kadir mengungkapkan, kunjungan tersebut merupakan penilaian secara langsung implementasi pemanfaatan dana yang sudah dikucurkan. Tercatat pihak pusat mengunjungi sejumlah puskesmas di antaranya Puskesmas Tanjung, Pemenang, hingga Nipah. Dari kunjungan itu bisa disimpulkan bahwa pengelolaan BOK oleh pemda sangat bagus.

“Jadi kita dikunjungi diberikan ilmu wawasan yang lebih luas mengenai pengelolaan dana BOK ini. Mereka punya kegiatan sampel dibeberapa kabupaten kita salah satunya,” ungkapnya.

Dijelaskan, pihaknya di Lombok Utara merupakan salah satu kabupaten dari semua kabupaten di Indonesia, yang perencanaanya menggunakan formula sehingga dalam pelaksanaanya bisa dikategorikan bagus. Selanjutnya hasil tersebut akan dibawa ke pusat dan Lombok Utara disebut sebagai salah satu narasumber menyangkut pengelolaan dana yang turun sekali setahun itu. Pihak puskesmas di KLU dirasa sudah mengelola pun memprogramkan anggaran tersebut sebagaimana perencanaan.

“Sehingga waktu di cek di sinkronkan ternyata benar programnya. Sasarannya memang masyarakat di bawah dan di puskesmas. Kalau jumlah dana saya gak terlalu hafal, karena itu sesuai porsinya,” jelasnya.

Indikator program menurutnya pihak pusat mengambil dari kegiatan ibu hamil, kegiatan persalinan di fasilitas kesehatan. Selain itu juga ada program TBC dan imunisasi dasar lengkap sehingga indikator utama tersebut akan dikembangkan terhadap program-program yang lain. Di tahun sebelumnya, Kadir mengaku bahwa pelaksanaan dana serupa ini sangat baik, kendati untuk tahun ini dan seterusnya akan terus di konsenkan sehingga sasarannya bisa tepat kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Jadi hasilnya kita tidaj diberi tahu namun ini menjadi dasar bagaimana pengelolaan kedepan. Yang jelas KLU termasuk bagus dalam kelola BOK,” katanya.

Baca Juga: Kisah Perjuangan Mendatangkan MotoGP Kembali ke Indonesia, Setelah Absen 25 Tahun

“Ini pertama kali pihak pusat turun ke sini, namun kalau evaluasi tetap kita jalankan. Supaya ini bisa bermanfaat bagi petugas puskesmas dan dinas kesehatan dan ke depan bisa jadi percontohan di Indonesia,” pungkasnya.(iko)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here