Anggota DPRD Lombok Utara yang membentuk tim kaitan uji petik PAD. FOTO ANGGER RICO/GERBANG INDONESIA

Gerbangindonesia, Lombok Utara – DPRD Lombok Utara membentuk tim uji petik terhadap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal ini untuk mendeteksi letak kebocoran PAD dan sebagai acuan perbandingan data yang diberikan oleh eksekutif menyangkut setoran ke kas daerah. Demikian diungkapkan Ketua DPRD Lombok Utara Artadi, Rabu (7/9) di ruang kerjanya.

Baca Juga: Ternyata Indonesia Awalnya Bersaing dengan Meksiko dan Brazil, ITDC: Ezpeleta Pilih Mandalika

Menurutnya, tim tersebut sudah bekerja dan tengah menghimpun data dari sumber PAD atau wajib pajak (wp) yang menjadi objek Bapenda. Mereka ditanyai mengenai pembayaran retribusi serta pajak yang disetorkan ke petugas dan nanti dari bukti itu dibandingkan dengan data yang sudah diberikan oleh dinas ke DPR. Sebab, Artadi menyebut ada temuan jika nominal itu timpang dari apa yang ditunjukan oleh Bapenda ke DPRD.

“Tadi kita sudah bentuk tim untuk uji petik kaitan dengan sumber PAD dan hari ini sudah mulai bekerja. Karena berdasarkan catatan kami di DPR setelah kami kantongi sebagian data-data dari perusahaan dan bandingkan ternyata jauh berbeda,” ungkapnya.

Dijelaskan, tim yang terdiri dari sejumlah Komisi tersebut diberikan waktu seminggu untuk mengumpulkan data, menganalisa, serta menghitung kasar mengenai pendapatan yang disetor oleh wajib pajak langsung. Setelah itu baru pihak DPR memanggil dinas secara kolektif untuk menanyai temuan-temuan yang sudah dilakukan oleh dewan. Artadi menyebutkan, dugaan kebocoran itu ada tidak hanya di objek pasar melainkan hingga ke sejumlah hotel dan restoran. Namun untuk rillnya berapa temuan itu, ia mengaku masih menganalisa lebih jauh.

“Nanti kita akan debatkan dengan dinas-dinas ini karena kita temukan ada banyak persoalan. Entah nanti memang ada oknum yang bermain dan bocor di mana nanti akan ketahuan,” jelasnya.

Langkah ini diambil mengingat DPR menilai jika target PAD yang ditetapkan pemda justru stagnan. Sebab pada tahun 2022 ini saja target PAD senilai Rp 166 miliar sementara tahun 2023 mendatang estimasi PAD justru menurun sekitar Rp 160 miliar. Padahal pada tahun 2023 kondisi dirasa normal sehingga dirinya menilai penurunan PAD ini tidak masuk akal. Pendataan pada wajib pajak yang dilakukan hanya sebatas sampel dibeberapa kecamatan saja, kendati apa yang sudah dikantongi oleh tim tersebut mendapati temuan yang banyak.

“Ada beberapa dinas seperti Dikes, RSUD, PU, Kominfo, Dispar, Dishub, sampai Bapenda juga artinya ini dinas penghasil PAD lah. Karena tidak masuk akal kok tahun depan target PAD kita malah turun, apalagi yang target tahun ini saja belum ada 80 persen. Sementara sisa waktu ini tinggal 4 bulan lagi,” katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Lombok Utara Sadirman memaparkan dirinya sudah mengambil sampel di Pasar Tampes. Pasar yang buka sekali dalam seminggu itu disebutnya memiliki estimasi pendapatan hingga Rp 300 juta lebih berdasarkan hitungan kasar dalam satu tahun. Indikatornya yaitu tercatat ada 440 pedagang yang mana mereka membayar retribusi Rp 2 ribu, kemudian ditambah dengan penyewaan los pasar sebesar Rp 12 ribu, serta ada 9 titik parkir yang wajib dibayar sebesar Rp 80 ribu setiap tahunnya.

“Saya sudah menghitung kasar kalau pendapatan di pasar tampes itu saja sekitar Rp 304 juta dalam setahun. Padahal ini pasar yang bukanya setiap seminggu sekali, bagaimana dengan Pasar Tanjung yang buka setiap hari tentu lebih besar,” paparnya.

Politisi PAN tersebut mensinyalir adanya ketimpangan dari apa yang ditarik oleh petugas dan jumlah yang disetorkan ke kas daerah. Sehingga hal ini yang diduga membuat PAD Lombok Utara justru belum tercapai hingga saat ini. Tim uji petik ini dirasa perlu selain sebagai pengawas kaitannya kinerja dinas juga untuk menemukan solusi perihal identifikasi kebocoran PAD yang terjadi selama ini.

Baca Juga: Kisah Perjuangan Mendatangkan MotoGP Kembali ke Indonesia, Setelah Absen 25 Tahun

“Kita mendorong supaya pemerintah ini paling tidak mencapai target PAD saja dulu, jangan lebih. Kaitannya mana-mana yang bocor dan harus dibenahi nanti kita akan bahas dengan mereka setelah bertemu,” pungkasnya.(iko)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here