
GerbangIndonesia, Lotim – Event Budaya Desa Songak Bejango Beliq kembali digelar. Pelaksanaan kali ini merupakan yang ke-11 kalinya. Tak hanya warga setempat, kegiatan ini dihadiri puluhan warga Songak yang menetap di luar, dan juga Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy.
Baca Juga: Ternyata Indonesia Awalnya Bersaing dengan Meksiko dan Brazil, ITDC: Ezpeleta Pilih Mandalika
Inan Gawi Bejango Beliq, Rofil Khairuddin mengatakan, kegiatan ini merupakan ajang silaturahmi akbar warga Songak. Baik yang ada di Songak maupun yang menetap di luar.
“Bejango artinya saling mengunjungi dan Beliq artinya besar, jadi acara ini silaturahmi akbar,” terangnya, Senin (10/10).
Dia menjelaskan, pelaksanaan kegiatan ini diawali dengan pelaksanaan ritual Bejango, yang merupakan warisan nenek moyang setempat. Ritual itu, disebutnya warisan nenek moyang masih hidup hingga saat ini.
Dikatakan, pelaksanaan ritual itu dimulai dari masjid kuno menuju ke makam keramat. Dengan maksud, bersilaturahmi rohaniah dengan para leluhur, sesuai dengan pesan yang ditinggalkan.
“Kegiatan ini juga sudah masuk ke kalender of event Lombok Timur. Dan kami berkomitmen untuk terus melaksanakannya dan mewarisi ke generasi selanjutnya,” ucapnya
Sementara itu Pembina Lembaga Adat Dharma Djagat, Murdiyah menjelaskan, makna ritual bejango ini, selain silaturahmi rohaniah, juga memiliki arti mengingat perjalanan kematian.
Siapa pun yang meninggal, bagi umat Muslim khususnya di Songak, usai kewajiban memandikan di kediamannya mereka bakal dibawa menuju ke masjid dulu sebelum ke pemakaman.
“Maka dari itu kita diminta memakmurkan masjid dan berdoa disana sebelum kita menuju ke kuburan,” ucapnya
Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy dalam pidatonya mengatakan, kegiatan Bejango ini merupakan hal yang positif yang selaras dengan nilai agama serta budaya.
Sebab, kata dia, Bejango memiliki nilai yang sangat erat kaitannya dengan silaturahmi. Dalam Islam, banyak sekali manfaat yang bisa didapati jika seseorang melakukannya.
“Bisa panjang umur, murah rizki, ditambahkan ilmunya,” terang Sukiman.
Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB
Untuk itu ia mengajak untuk tetap mempertahan budaya tersebut kedepannya. Sembari mengambil berkah karena pelaksanaannya tepat di bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. (par)
Editor: Lalu Habib Fadli






