Bupati Lotim HM Sukiman Azmy saat memberikan penghargaan kepada hfiz dan Hafizah Yayasan Darul Azkiya Aik Mening Desa Sukadana pada peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. FOTO IST/GERBANG INDONESIA

GerbangIndonesia, Lotim – ​Dalam acara Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Yayasan Darul Azkiya Aik Mening Desa Sukadana, penyelenggara melakukan uji publik atas kemampuan sejumlah santri yang telah mengikuti program tahfizul Quran.

Baca Juga: Ternyata Indonesia Awalnya Bersaing dengan Meksiko dan Brazil, ITDC: Ezpeleta Pilih Mandalika

Bupati Lotim HM Sukiman Azmy pun merasa bangga atas kemampuan para santri, dan mendorong masyarakat untuk tidak takut menyekolahkan anaknya di Madrasah. Sebab menurutnya di sekolah swasta bernuansa agama, anak anak tidak sekadar mendapat pengetahuan umum, tetapi juga memperoleh ilmu untuk kepentingan dunia sekaligus akhirat serta untuk membentuk akhlaknya.

“Jadi para orang tua jangan takut untuk menyekolahkan anaknya di Madrasah. Di madrasah anak tidak hanya mendapatkan pengetahuan umum namun juga mendapat ilmu agama,” ungkapnya saat menghadiri Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Yayasan Darul Azkiya Aik Mening Desa Sukadana, Senin (24/10).

Selain itu, Ia juga minta para orang tua untuk tidak merisaukan masa depan anaknya karena bersekolah di sekolah swasta. Karena setelah era reformasi siswa atau santri yang berprestasi menghafal Quran dapat mengakses berbagai Perguruan Tinggi, seperti Akpol, Akmil maupun perguruan tinggi lainnya.

“Saya dulu juga sekolah di Madrasah.
​Dulu sekolah swasta dianggap sebagai lembaga pendidikan kelas dua tetapi sekarang sudah banyak prestasi yang diraih sekolah bernuansa agama, seperti Madrasah Aliyah di Lombok Timur yang meraih prestasi Nasional bahkan mendunia,” ungkap mantan perwira TNI Angkatan Darat itu.

Disebutkannya, dulu pemerintah tidak dapat memberikan bantuan kepada sekolah swasta. Namun saat ini pemerintah sudah bisa memberikan bantuan sehingga Pemda Lotim melalui APBD Tahun 2023 mendatang akan menganggarkan bantuan untuk lembaga tersebut.

Sukiman juga meminta agar para pembimbing dan orang tua terus mengawasi, karena apa yang akan diraih di masa depan oleh anak-anak tergantung yang dilakukan hari ini.

“Kalau sekarang malas maka di masa depan akan menjadi bodoh. Tapi kalau saat ini rajin maka di masa yang akan datang akan menjadi orang pintar,” pungkasnya.

Dalam acara tersebut, mula-mula empat orang santri diuji oleh pembimbingnya dengan membacakan ayat kemudian dilanjutkan oleh santri sekaligus para santri dan santriwati diminta untuk menyebutkan halaman dan posisi ayat tanpa melihat teks.

​Sukiman yang saat itu hanya duduk menyaksikan para santri yang sedang diuji akhirnya dipersilahkan untuk ikut menguji hafalan para santri dan memberikan catatan atas hafalan santri yang diuji.

Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB

Dalam kesempatan itu Bupati Sukiman juga menyerahkan sejumlah piagam bagi para hafiz/hafizah denagn didampingi langsung orang tuanya. (par)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here