Sejumlah penumpang saat menyeberang ke Pulau Sumbawa, Jumat (28/10/2022). FOTO LALU HABIB FADLI/GERBANG INDONESIA

GerbangIndonesia, Mataram – Tarif penyeberangan dari Pelabuhan Kayangan – Poto Tano resmi naik per 5 Oktober 2022 lalu. Kenaikan ini imbas dari kenaikan harga BBM 3 September lalu.

Lantas bagaimana respons penumpang?

Baca Juga: Ternyata Indonesia Awalnya Bersaing dengan Meksiko dan Brazil, ITDC: Ezpeleta Pilih Mandalika

Salah seorang penumpang Wira Mahardika mengaku tidak terlalu berat dengan penyesuaian tarif yang terjadi. Sebab kenaikannya tidak terlalu memberatkan dirinya.

“Saya kan pakai kotor, sebelumnya tarif nyeberang Rp 68.100, sekarang bayar Rp 75 ribu. Lagian fasilitas sekarang lebih baik, jadi lebih nyaman,” kata pemuda asal Seketeng, Sumbawa itu.

Selain Wira, penumpang lainnya Eddy Shopiaan juga mengatakan hal sama. Kata dia, kenaikan tarif tidak terlalu berpengaruh terhadap penumpang. Namun yang jelas, harus diimbangi.

dengan pelayanan dari pihak pelabuhan dan kapal.

“Kalau saya pribadi yang penting diimbangi dengan pelayanan. Tidak ada masalah,” kata pria yang juga Ketua MPW Pemuda Pancasila NTB itu.

Sementara sebelumnya, Ketua Gabungan Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Kayangan – Poto Tano, Iskandar Putra mengatakan, pihaknya perlu melakukan penyesuaian tarif. Selain imbas dari kenaikan harga BBM, kenaikan ini juga lantaran penyesuaian dari membengkaknya biaya operasional.

“Kita perlu sampaikan memang adanya kenaikan tarif sebesar 10,42 persen. Tapi khusus penumpang tanpa kendaraan dan bayi, tidak ada kenaikan,” ujarnya.

Kata Iskandar, pihaknya awalnya mengusulkan kenaikan tarif sebesar 22,63 persen. Namun setelah melakukan koordinasi maupun itungan-itungan yang melibatkan akademisi, Dinas Perhubungan NTB, Organda NTB dan pihak terkait lainnya, akhirnya Gubernur menetapkan kenaikan tarif sebesar 10,42 persen.

Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB

“Besaran ini kami semua sudah setuju. Karena kami juga memikirkan kemampuan membayar, kemauan membayar dan kami sangat menitikberatkan pada inflasi yang terjadi,” tuturnya. (abi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here