
Gerbangindonesia, Lombok – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara memastikan jika kapal cepat dari bali menunu tiga gili hanya bisa melakukan bongkar muat penumpang sampai akhir tahun saja. Pasalnya, pada tanggal 1 Januari 2023 pemerintah akan mulai menerapkan sistem satu pintu yang berpusat di Pelabuhan Bangsal. Hal ini diungkapkan Wakil Bupati Lombok Utara Danny Karter Febrianto Ridawan, Senin (21/11).
Baca Juga: Ternyata Indonesia Awalnya Bersaing dengan Meksiko dan Brazil, ITDC: Ezpeleta Pilih Mandalika
Menurutnya, usai gelaran WSBK dan KTT G20 ini sistem bongkar muat kapal cepat bisa dilakukan di tiga gili. Ini juga tak lepas dari surat keputusan Kadishub KLU bernomor : 550216/XI.03/Dishub202 yang dikeluarkan pada Kamis 17 November 2022. Kendati hal ini ditegaskan hanya sementara sampai dengan ada regulasi maupun SOP semua pihak baik pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat melakukan one gate sistem.
“Regulasi ini masih kita godok dengan kementerian juga untuk mempersiapkan dan menimbang plus minusnya seperti apa. Untuk pariwisata dan ekonomi ke depan,” ungkapnya.
Disebutnya, one gate sistem akan tetap berjalan sembari pemerintah mempersiapkan segala yang harus dilakukan di Pelabuhan Bangsal. Hal ini juga sebagaimana surat rekomendasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, yang mana dalam point ketiga, lanjut Wabup, dinyatakan mempersiapkan keselamatan dan kenyamanan sistem transportasi rakyat (kapal yang dikelola pengusaha lokal) sehingga ada waktu satu setengah bulan untuk memperbaiki hal itu.
“Sehingga tentu dalam waktu satu setengah bulan ini kita juga meminta pendampingan kepada Kemenhub untuk menyiapkan transportasi rakyat supaya bisa berikan pelayanan ke wisatawan. One gate sistem itu tetap harapan kami,” tandasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Utara Anding Duwi Cahyadi juga mengamini apa yang diterangkan Wabup. Bahkan dijelaskan Anding, sistem one gate akan dijalankan pada tanggal 1 Januari 2023. Hal ini merupakan hasil kesepakatan dalam rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang digelar belum lama ini, di mana nanti kapal dari Bali akan menuju Bangsal kemudian wisatawan akan menggunakan publik boat ke tiga gili.
“Masa sekarang ini semua akan kita perbaiki. Kami tidak bisa keluar dari hasil keputusan rapat Forkopimda itu, ini Dishub sedang berproses melengkapi,” jelasnya.
Menyikapi dua rekomendasi Kementerian, Anding mengaku daerah tidak ingin kontra dengan Pemerintah Pusat, dan Provinsi artinya dalam masa proses ini semua pihak daerah sudah sepekat. Terlebih mekanisme One Gate dikatakan tidak ujug-ujug keluar, sudah ada koordinasi dengan Kementerian dan lain sebagainya. Demikian pula dengan upaya peningkatan ekonomi khususnya di Kawasan Pelabuhan Bangsal, dengan sistem tersebut diharapkan banyak wisatawan yang lama menginap pun berkunjung ke pulau wisata dunia itu.
Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB
“Minimal bangsal jangan sampai jadi penonton, mereka bisa belanja tamu lama menginap kita sasar. Supaya semua juga bisa hidup, kita mau ke Bandara saja butuh proses harus ke kiri kanan kok, ya kurang lebih sama lah nanti seperti ini juga begitu. Yang jelas kita siapkan dulu semuanya,” pungkasnya.(iko)
Editor: Lalu Habib Fadli






