GerbangIndonesia, Lotim – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Timur menandatangani nota kesepakatan KUA dan PPAS tahun anggaran 2023.
Baca Juga: Ternyata Indonesia Awalnya Bersaing dengan Meksiko dan Brazil, ITDC: Ezpeleta Pilih Mandalika
“Terima kasih kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD yang telah bersama-sama dalam rangkaian pembahasan hingga penandatangan Nota Kesepakatan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2023 ini,” ucap Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy, saat pembahasan KUA PPAS 2023, Senin (28/11).
Hasil kesepakatan bersama tersebut menurutnya penting dalam menentukan arah kebijakan pembangunan di kabupaten Lombok Timur Tahun 2023 mendatang. Sebab hal itu merupakan tugas dan tanggung jawab bersama dalam menjalankan penyelenggaraan pemerintah dalam memenuhi harapan dan aspirasi masyarakat.
Adapun saran, usul serta pendapat yang disampaikan oleh semua fraksi DPRD pada saat pembahasan itu akan menjadi pertimbangan dan masukan dalam proses penyusunan Raperda tentang APBD.
“Enam poin saran yang disampaikan Gabungan Komisi tadi akan kami koordinasikan lebih lanjut bersama dengan berbagai pihak terkait,” ungkapnya.
Enam poin tersebut ialah optimalisiasi penggalian sumber PAD, evaluasi BUMD yang tidak produktif, penggunaan dana desa, pelunasan pajak tertunggak, serta pelibatan APH untuk optimalisasi PAD.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Sukiman mengajak semua pihak untuk memberikan bantuan kepada masyarakat Cianjur, Jawa Barat, yang saat ini mengalami musibah bencana gempa bumi. Sebab menurutnya musibah yang dialami oleh masyarakat Cianjur pernah juga dialami oleh masyarakat Lombok Timur.
Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB
“Jika ada kelebihan rizki dari rekan-rekan semua mari kita sumbangkan sedikit untuk saudara kita di Cianjur. Karena kita juga pernah mengalami hal serupa, bagaimana rasan tanya tertimpa musibah ini, dan mari kita berdoa untuk saudara kita yang telah meninggal dunia akibat musibah ini,” pungkasnya. (par)
Editor: Lalu Habib Fadli







