GerbangIndonesia, Lotim – Masyarakat Desa Kesik, Kecamatan Masbagik, Lombok Timur kembali akan menggelar acara gawe Nunas Nede sebagai bentuk rasa syukur masyarakat setempat atas nikmat Allah SWT.
Baca Juga: Ternyata Indonesia Awalnya Bersaing dengan Meksiko dan Brazil, ITDC: Ezpeleta Pilih Mandalika
Kepala Desa Kesik M Kadri menyampaikan prosesi gawe adat Nunas Nede ini merupakan tradisi tahunan masyarakat Desa Kesik, yang akan digelar pada hari Minggu (18/12) besok di mata air Rametak.
“Mata air Rametak ini adalah salah satu sumber mata air yang sakral dan menjadi sumber mata air bagi penghidupan masyarakat tani Desa Kesik,” ungkapnya kepada Wartawan, Jumat (16/12).
Selain untuk kebutuhan pertanian, mata air Rametak juga untuk mencukupi kebutuhan air bersih bagi masyarakat atau Pengelolaan Air Minum Desa (Pamdes).
Gawe adat ini juga akan digelar dil okasi Tirta Ratu yang diyakini warga sebagai lokasi pemandian seorang puteri pada masa zaman dahulu. Hal itu dibuktikan dengan adanya situs jejak kaki seorang ratu di atas batu kolam pemandian.
“Nanti acara Nunas Nede ini akan dipimpin oleh Pemangku adat atau orang yang dituakan masyarakat Desa Kesik bakal memimpin upacara adat Nunes Nede,” ungkapnya.
Ritual Adat Nunas Nede ini biasanya dimulai tepat pada jam 08.00 wita sesuai dengan ketentuan yang dihajatkan oleh pemangku adat. Sejatinya, gawe Adat bersendikan Islam ini digelar pada pertengahan November lalu.
Acara ini merupakan acara turun temuran masyarakat Desa Kesik. Tujuannya untuk memohon keselamatan agar hasil panen penduduk melimpah.
“Acar Nunas Nede ini nanatinya akan dimulai dari Lingkoq Remetak (kolam kecil, Red) yang merupakan induk dari tujuh kolam kecil lainnya. Nanati masyarakat akan membawa sesajen dari hasil bumi dan ternak dengan diiringi oleh musik tradisional seperti Barong dan Gamelan,” jelasnya.
Disebutkan khusus bagi perempuan yang sedang dalam keadaan menstruasi atau haid tidak diperkenankan untuk mengikuti acara ini, hal itu bisa mempengaruhi kesakralan acara tersebut.
Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB
Acara ini kata dia, merupakan salah satu simbol keberagaman dan kekayaan bumi Lombok dengan adat yang bernuansa islami. Dirinya berharap dengan terselenggaranya acara ini masyarakat desa Kesik dapat perlindungan dari sang pencipta yang berdampak kebaikan bagi masyarakat setempat. (par)
Editor: Lalu Habib Fadli






