
GerbangIndonesia, Lotim – Satgas Pekerja Migran Indonesia (PMI) Kabupaten Lombok Timur melakukan pendampingan terhadap para calon PMI yang akan keluar Negeri. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir PMI yang berangkat secara non-prosedural.
Baca Juga: Ternyata Indonesia Awalnya Bersaing dengan Meksiko dan Brazil, ITDC: Ezpeleta Pilih Mandalika
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lombok Timur, M Hairi menyampaikan tugas satgas PMI ini tidak hanya melakukan pendampingan terhadap para calon PMI yang akan berangkat saja, namun juga kepada para PMI dan purna PMI.
“Saat berproses menjadi PMI kita layani dengan sepenuh hati, untuk mempersingkat waktu pemberangkatan dan mempermudah biaya,” ujar Hairi kepada media, Rabu (21/12).
Tugas lainnya dari satgas PMI ini kata Hairi, ialah memastikan perusahaan yang akan penerima di negara tujuan dan PT. yang akan pengirim para CPMI tersebut benar-benar PT. yang bagus dan baik sehingga para PMI bisa terhindar dari kasus penipuan.
Keberadaan Satgas PMI ini diakuinya juga menjadi salah satu langkah Disnakertrans Lombok Timur untuk merubah image buruk Disnakertrans di tengah masyarakat, sebab selama ini Disnakertrans dinilai lamban dalam memberangkatkan para CPMI.
“Tidak hanya itu, kami juga akan melakukan penjemputan di Bandara sampai keluarga nya, untuk PMI kita yang dipulangkan karena bermasalah dari luar negeri,” Kata dia.
Atas dedikasi tersebut satgas Perlindungan PMI Lombok Timur pada Minggu (18/12) yang bertepatan dengan Hari Migran Internasional berhasil mendapat penghargaan dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI. Pengharagaan diserahkan langsung oleh Menaker Ida Fauziyah kepada Kepala Disnakertrans Lombok Timur.
Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB
Diakui Hairi, pasca pandemi Covid-19 ini, jumlah PMI asal Lombok Timur yang mendaftar mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. (par)
Editor: Lalu Habib Fadli






