Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy saat menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah tokoh masyarakat Desa Pringgabaya. FOTO IST/GERBANG INDONESIA

GerbangIndonesia, Lotim – Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy meminta Pemerintah Desa (Pemdes) untuk terlibat dalam pengawasan kendaraan pengangkut material tambang bersama Satpol PP dan Bapenda. Mengingat salah satu penyebab kerusakan jalan di daerah tersebut dikarenakan oleh kendaraan yang melintas di jalanan tersebut melebihi tonase.

Baca Juga: Ternyata Indonesia Awalnya Bersaing dengan Meksiko dan Brazil, ITDC: Ezpeleta Pilih Mandalika

“Kami juga berharap untuk mendirikan pos di pintu keluar tambang. Upaya ini untuk mengoptimalkan retribusi yang kerap dilalaikan oleh para pengusaha pertambangan. Sehingga desa juga bertanggung jawab dalam pengawasan,” tegasnya saat menggelar rapat koordinasi bersama tokoh masyarakat Pringgabaya untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat, Kamis (22/12).

Kerusakan jalan di Peringgabaya, selain disebabkan kendaraan yang melintasi jalan tersebut melebihi tonase juga disebabkan oleh genangan air.

Disebutkan Bupati, tahun 2023 anggaran Pemerintah Daerah Lombok Timur untuk perbaikan jalan terbatas hanya berjumlah Rp 20 miliar. Karena itu ia meminta agar OPD teknis bisa berkoordinasi dengan perusahaan pemilik kendaraan angkutan material sebagai pengguna jalan untuk berkontribusi memperbaiki ruas jalan yang rusak.

“Kalau jalan yang rusak akibat air dan faktor lingkungan akan Pemda akan tangani melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR),” ungkapnya.

Masalah lain yang mendapat perhatian serius Pemkab Lombok Timur adalah tergenangnya areal persawahan warga yang menyebabkan gagal panen. Terlebih kondisi itu telah berlangsung selama lima tahun.

Mengatasi persoalan tersebut ia meminta seluruh OPD terkait seperti PUPR, BPBD, dan Pertanian untuk melihat secara langsung kondisinya untuk menemukan solusi.

“Kami juga minta agar BPBD juga menangani persoalan abrasi dan banjir rob yang terjadi,” pintanya..

Masalah lainnya yang menjadi keluhan masyarakat Peringgabaya ialah persolan sampah. Untuk mengatasi persolan sampah ini kata dia, Pemkab Lombok Timur telah mempersiapkan tempat pembuangan akhir (TPA). Tidak saja untuk Pringgabaya, Pemkab Lombok Timur juga telah menyiapkan TPA di Jurit dan Keruak, serta perluasan di Ijobalit.

Program lain untuk Pringgabaya adalah pembangunan tujuh sekolah yang rusak akibat gempa dan belum tertangani. Keluhan lain masyarakat Pringgabaya adalah kelangkaan pupuk, utamanya pupuk bersubsidi.

Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB

“Terkait pupuk ini Kadis Pertanian telah mengusulkannya, tapi dari jumlah yang diusulkan namun hanya 40 persen yang disetujui oleh pemerintah pusat. Salah satu solusi untuk mengatasi persolan pupuk ini adalah menggunakan pupuk organik yang harganya murah dan memiliki banyak manfaat,” pungkasnya. (par)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here