
GerbangIndonesia, Lotim – Dinas Kesehatan Lombok Timur bersama Puskesmas Montong Betok, Kecamatan Montong Gading menggencarkan gerakan Ibu Hamil (Bumil) sehat untuk menekan jumlah kasus sunting di Kabupaten Lombok Timur.
Baca Juga: Ternyata Indonesia Awalnya Bersaing dengan Meksiko dan Brazil, ITDC: Ezpeleta Pilih Mandalika
Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur H Pathurrahman menyampaikan gerakan bumil sehat ini merupakan langkah nyata yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan berkolaborasi dengan Puskesmas dan Pokopincam untuk memberikan edukasi kepada ibu hamil terkait pentingnya menjaga kesehatan ketika masa kehamilan.
“Karena masa pencegahan stunting yang baik itu pada masa emas. Masa emas itu adalah sejak dalam kandungan sampai dengan berumur dua tahun,” terangnya saat ditemui di sela acara deklarasi gerakan bumil sehat, Kamis (22/12).
Dengan adanya kegiatan gerakan bumil sehat ini, diharapkan bisa menambah pengetahuan terhadap ibu-ibu hamil dan bapak-bapak terkait pentingnya menjaga kesehatan saat hamil agar bayi yang terlahir tidak mengalami stunting. Peran bapak-bapak saat istri hamil juga dinilai sangat penting dalam mengatasi stunting ini.
Disebutkan Pathurrahman, ada tiga hal yang harus diperhatikan oleh ibu hamil adalam mengantisipasi stunting yakni, mengkonsumsi makanan yang memiliki gizi berimbang seperti makanan yang mengandung hewani, nabati dan makan buah-buahan.
“Saya rasa di Lombok Timur ini, untuk mendapatkan buah itu tidak sulit, bahkan di setiap halaman rumah itu ada buah seperti pisang, mangga, rambutan. Kita hilangkan image tentang buah itu mahal,” ungkapnya.
Selain itu, pola makan ibu hamil juga sangat penting dan harus menjadi prioritas pertama sebelum suami dan anggota keluarga lainnya. Sebab kebiasaan yang ada di tengah masyarakat saat ini ilah ibu-ibu hamil kebanyakan makan setelah anggota keluarga lainnya sudah makan.
“Kebiasaan itu yang harus kita hilangkan di tengah masyarakat. Padahal ibu hamil ini lebih perioritas dibanding bapak-bapak karena di sana ada duanyawa. Jangan sampai ibu hamil makan setelah keluarga yang lain sudah makan,” tegasnya.
Selanjutnya ialah ibu hamil harus rutin melakukan pemeriksaan kesehatan di pasilitas kesehatan yang telah disediakan pemerintah. Yang tidak kalah penting kata Pathurrahman ialah bapak-bapak harus memberikan perhatian lebih kepada ibu-ibu disaat hamil jangan sampai ibu hamil mengalami stres.
Di tempat yang sama Camat Montong Gading Arpin, sangat menyambut baik atas adanya gerakan bumil sehat ini, sehingga bumil yang ada di kecamatan Montong Gading bisa lebih memperhatikan kesehatan saat hamil.
“Jadi berdasarkan arahan dari bapak Kadikes tadi, terutama untuk menjaga asupan gizi yang tidak boleh kurang, itu adalah kewajiban sekaligus tanggung jawab para suami untuk mengupayakan agar bumil tidak kekurangan gizi saat mengandung dan tidak boleh stres,” terangnya.
Disebutkan di Kecamatan Montong Gading, kasus stunting yang masih tertangni sampai saat ini sebanyak 114 orang yang tersebar di 8 desa, namun sebanyak 9 orang saat ini keadaannya sudah mulai normal.
Dengan adanya gerakan bumil sehat ini diharapkan pada tahun 2023 mendatang kasus stunting di Lotmbok Timur bisa mencapai target, bahkan melebihi target nasional.
“Ketika persolan stunting ini muli ditangani sejak 1000 hari kehidupan atau sejak bayi masih dalam kandungan hingga 2 tahun, insyaallah Lombok Timur tahun 2023 bisa mencapai target bahkan melebihi target nasional,” pungkasnya.
Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB
Dalam kesempatan itu juga dilakukan deklarasi bumil sehat dan Dikes Lombok Timur membagikan susu kepada ibu hamil. (par)
Editor: Lalu Habib Fadli






