GerbangIndonesia, Lotim – Direktur Umum (Dirum) PT. Energi Selaparang mengajukan permohonan mengundurkan diri dari jabatannya. Hal itu dilakukan karena terkendala dengan kondisi kesehatan.
Baca Juga: Ternyata Indonesia Awalnya Bersaing dengan Meksiko dan Brazil, ITDC: Ezpeleta Pilih Mandalika
“Terus terang saja saya sakit prostat, jadi saya tidak bisa duduk lama-lama,” ungkap Haspandi, Dirum PT. Energi Selaparang saat dikonfirmasi via sambungan telepon, Senin (2/1).
Selain masalah kesehatan, yang menjadi kendala lain ialah jarak tempuh yang terlalu jauh antara rumah dengan kantor PT. Energi Selaparang. Hal itu kata dia, juga telah mendapatkan direkomendasikan dari dokter sepesialis yang menanganinya untuk mencari pekerjaan yang dekat-dekat saja.
“Rumah saya di Mataram sementara kantor kan di Lombok Timur. Memang ada rumah di Labuhan Haji tapi tidak ada yang rawat saya jadi asupan gizi itu kurang sehingga saya tidak bisa,” imbuhnya.
Pengunduran diri ini tidak ada kaitannya dengan Perusahaan Daerah (PD) Agro Selaparang yang terancam kolaps, namun murni karena paktor kesehatan. Terkait untung rugi perusahan menurutnya hal yang biasa dan dirinya siap bertanggungjawab terkait persolan itu.
Diakuinya beberapa hari terakhir PT. Energi Selaparang tidak beroperasi karena tidak ada bahan baku, namun pekan depan bahan baku tersebut sudah bisa didatangkan.
“Jadi bukan karena saya tidak bisa mengurus perusahaan, saya bukan modelnya seperti itu. Jadi tidak ada sangkut pautnya dengan itu,” tegasnya lagi.
Di satu sisi, terkait pengunduran diri ini, dirinya mengaku tidak mendapatkan restu dari Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy, meskipun kondisinya sedang sakit. Namun apapun keputusan dari Bupati Lombok Timur dirinya akan mengikuti.
Ia meyakini kondisi PT. Energi Selaparang tidak sama dengan PD Agro Selaparang. Namun dirinya berkeyakinan bahwa kondisi PT Energi Selaparang kedepannya akan tetap berjalan lebih baik dan lebih sehat dari yang sekarang.
Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB
“Iya kita denger orang tua aja (Bupati Lotim, Red) dan saya harap ini akan menjadi pemicu juga untuk memperhatikan kita, karena kan tidak pernah sama kemauan kita untuk pendanaan,” pungkasnya. (par)
Editor: Lalu Habib Fadli







