GerbangIndonesia, Lotim – Sebanyak 198 Calon Kepala Desa dari 53 desa yang akan melaksanakan pemilihan kepala desa secara serentak di Lombok Timur menggelar Deklarasi Damai Pemilihan Kepala Desa yang dilakukan di 53 desa di Lapangan Polres Lombok Timur, Selasa (28/02/2023).
Baca Juga: Isu Penculikan di Narmada Ternyata Hoaks, Polisi Sebut Penyebarnya Harus Ditangkap
Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy sangat mengapresiasi Polres Lombok Timur yang telah menginisiasi pelaksanaan apel deklarasi damai Pilkades serentak ini. Apel deklarasi ini merupakan langkah awal untuk mendeteksi masalah-masalah uang akan terjadi pada pemilihan kepala desa pada Maret mendatang.
“Terimakasih saya ucapkan kepada Polres Lombok Timur yang telah menginisiasi apel deklarasi ini dan terimakasih juga kepada semua pihak atas terselenggaranya apel deklarasi ini,” ungkapnya saat memberikan sambutan pada apel deklarasi damai Pilkades serentak, Selasa (28/02/2023).
Pilkades serentak ini dinilai berbeda dengan pemilihan Presiden, Pilkada dan Pileg. Sebab, ruang lingkup Pilkades ini sangat kecil, sehingga sangat rentan terjadinya sentuhan antar masyarakat. Untuk itu dengan adanya deklarasi ini diharapkan bisa mengatasi adanya gesekan-gesekan yang mengakibatkan terjadi hal-hal yang melenceng dari regulasi.
Dalam deklarasi damai tersebut terdapat delapan butir point yang telah diutarakan oleh semua calon. Sehingga delapan butir poin-poin yang telah diucapkan dalam deklarasi tersebut betul-betul bisa diantisipasi untuk mengantisipasi adanya hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada Pildes Serentak.
“Tadi ada delapan butir yang telah di ucapkan dalam deklarasi. Maka ada delapan butir juga yang menjadi penekanan saya untuk mencegah, mendeteksi dini adanya hal-hal yang bisa menganggu kelancaran Pilkades,” ungkapnya.
Pada Pilkades serentak ini lanjut Bupati, terdapat pendukung yang sangat fanatik terhadap satu calon. Sehingga para pendukung yang panatik ini diharapakan bisa diantisipasi agar tidak melakukan hal-hal yang berlebihan dalam memenangkan calon yang didukungnya.
Selain itu, yang perlu diantisipasi dalam Pilkades serentak ini ialah kampanye hitam. Kampanye hitam ini kata dia, dilakukan oleh orang-orang tertentu untuk bisa mempengaruhi seseorang. Terlebih di tengah gempuran media sosial saat ini.
Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB
“Apalagi saat ini media sosial sangat mudah mempengaruhi seseorang, terutama dalam kampanye hitam ini. Orang baik-baik dikatakan tidak baik begitu juga sebaliknya. Mari kita antisipasi adanya kampanye hitam ini,” pungkasnya. (par)
Editor: Lalu Habib Fadli







