Sekda Lombok Utara Anding Duwi Cahyadi. FOTO ANGGER RICO/GERBANG INDONESIA

Gerbangindonesia, Lombok Utara – Proses pansel jabatan eselon II di lingkup Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Utara akan segera dilakukan. Berbarengan dengan komplitnya syarat sejumlah pelamar yang mengajukan diri kesejumlah jabatan lowong tersebut. Hal ini diakui oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Utara Anding Duwi Cahyadi, Senin (27/3).

Baca Juga: Isu Penculikan di Narmada Ternyata Hoaks, Polisi Sebut Penyebarnya Harus Ditangkap

Menurutnya, dari tiga jabatan yang akan di proses semuanya sudah terisi full dengan Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemerintah Desa (DP2KB PMD) menjadi posisi yang paling banyak dituju dengan 5 pelamar. Sementara itu diposisi Sekretaris Dewan (Sekwan) tercatat 3 pelamar, dan di Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) sudah komplit 3 pelamar juga.

“Hari jumat kemarin sudah masuk satu orang pendaftar jadi semua jabatan yang kita buka tahapan seleksinya sudah terisi semua,” ujarnya.

Dijelaskan, pada tanggal 30 hingga 31 Maret nanti seluruh peserta yang sudah mendaftar akan melakukan tes psikologi. Sementara tanggal 3 hingga 4 April mereka akan melakukan pendalaman makalah menyangkut penjabaran konsep apa yang ditawarkan guna membangun OPD yang bakal dilamar. Setelah itu, ketika tahapan sudah selesai nantinya tim pansel akan memberikan 3 nama untuk diajukan kepada bupati.

“Misalnya seperti di DP2KB karena banyak yang melamar, otomatis akan gugur dua orang. Nanti dari 3 nama yang diajukan bisa siapa saja yang dipilih oleh bupati, tidak mesti posisi pertama yang dipilih bisa saja yang ketiga,” jelasnya.

Tim Pansel yang terdiri dari Ketua Prof Galang Asmara, serta Kepala BKD Provinsi, hingga melibatkan Kepala Inspektorat KLU Zulfadli itu, dikatakan Anding akan mencari pelamar yang memiliki konsep serta aplikasi yang dirasa bagus. Sebagai bawahan, pihaknya hanya bisa menyarankan yang terbaik kendati nanti keputusan final tetap berada ditangan Bupati H. Djohan Sjamsu. Dalam pansel kali ini, lanjutnya, tidak ada ASN dari pihak luar daerah yang melamar.

“Karena yang dicari terkadang kemampuan pelamar dalam menyampaikan konsep. Kadang matang secara konsep miskin secara aplikasi. Ini kita harus lakukan kolaborasi dan track record semua sudah diketahui oleh bupati,” katanya.

Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB

“Kita harap segera dan siapa yang terpilih itulah yang terbaik, minggu depan sudah bisa mulai,” imbuhnya.(iko)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here