GerbangIndonesia, Lotim – Sebanyak 12 nelayan asal Desa Tanjung Luar Kecamatan Keruak mengalami kecelakaan di Perairan Sumba, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Jumat (14/07/2023) lalu sekira pukul 03.00 dini hari. Kecelakaan diduga disebabkan karena cuaca yang buruk, dimana kapal yang mereka tumpangi untuk menangkap ikan tenggelam.
Baca Juga: Beruntungnya! Bocah SD Dapat Undian Rumah, Event Jalan Sehat HUT PTAM Giri Menang ke-43
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur, Lalu Muliadi ketika dikonfirmasi mengatakan, para nelayan tersebut langsung berupaya menyelematkan diri dengan cara berenang ke pinggir pantai. Belasan nelayan tersebut akhirnya berhasil diselamatkan oleh nelayan setempat.
“Sampai sekarang para nelayan saat ini masih berada di Sumba untuk menunggu proses pemulangan,” ungkapnya, Jumat (21/07).
Setelah mendapatkan laporan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan kondisi para nelayan tersebut. Beruntung para nelayan ini terang dia berhasil selamat dari kecelakaan ini.
“Nelayan nya berenang sekitar 2 jam sampai ke pinggir pantai. Lalu nelayan memberikan kode kepada setiap perahu yg lewat, barulah nelayan lain menepi ke pantai dan membawa 12 nelayan ke Sumba,” kata Muliadi.
Berdasarkan laporan yang diterima, kronologis kejadian bermula ketika 12 nelayan tersebut berangkat dari Pelabuhan Tanjung Luar Rabu lalu sekitar pukul 01.30 Wita. Para nelayan berangkat menggunakan kapal milik warga setempat dengan tujuan Salura NTT. Kapal tersebut dinahkodai oleh Asmayadi.
Disebutnya, saat nelayan berangkat dari Dermaga Tanjung Luar cuaca cukup bagus. Namun pada hari Jumat tanggal 14 Juli 2023, sekitar pukul 03.00 Wita, kapal yang ditumpangi nelayan tersebut seketika pada saat itu kapal yang ditumpangi diterjang ombak besar sebanyak tiga kali. Hal tersebut menyebabkan kapal tersebut terbalik dan tenggelam. Para nelayan itu pun bergegas menyelamatkan diri dengan cara berenang menuju pinggir pantai selama 2 jam.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Disebut Bakal Punya Kekuatan Besar Jika Didampingi Sosok Ini di Pilpres 2024
“Keesokan harinya sekitar pukul 10.00 Wita, nelayan yang tenggelam sudah berada di darat meminta bantuan kepada perahu nelayan lokal dengan cara melambaikan baju ke arah kapal yang melintas. Sehingga kapal yang melintasi tersebut menepi ke arah nelayan yang meminta bantuan,” pungkasnya. (par)
Editor: Lalu Habib Fadli







