GerbangIndonesia, Lotim – Sejak Juni lalu, nelayan di Desa Labuhan Haji, Kecamatan Labuhan Haji tidak bisa melaut karena terdampak cuaca buruk dan angin kencang yang melanda daerah Lombok Timur. Hal ini mengakibatkan harga ikan di Labuhan Haji meningkat.
Baca Juga: Beruntungnya! Bocah SD Dapat Undian Rumah, Event Jalan Sehat HUT PTAM Giri Menang ke-43
Salah seorang pedagang ikan asal Labuhan Haji, Sarkiyandi menyampaikan para penjual ikan bakar yang ada di sekitar Pantai Labuhan Haji kesulitan untuk mendapatkan pasokan ikan. Hal ini dikarenakan para nelayan beberapa bulan terakhir ini tidak bisa melaut karena angin kencang.
“Stok ikan sudah jarang, karena nelayan jarang melaut dampak dari cuaca yang tidak menentu ini terutama angin kencang. Biasanya dari pagi sampe malam angin kencang, terkadang pagi cucanya bagus tapi pas mau berangkat anginnya kembali kencang,” ungkapnya kepada media, Rabu (26/07).
Kondisi cuaca yang tidak menentu membuat para nelayan asal Labuhan haji memilih untuk mencari ikan ke Daerah lain seperti ke Sambalia, Sengigi dan wilayah lainnya di Lombok. Akan tetapi hasil tangkapan disebut tidak terlalu banyak dari hari-hari biasanya.
Selain faktor cuaca, kos untuk melaut saat ini juga dinilai sangat mahal karena harga umpan yang mengalami kenaikan. Dalam sekali melaut biasnya para nelayan akan mengeluarkan biaya sebesar Rp 500 ribu.
“Inilah kenapa nelayan di sini (Labuhan Haji -red) lebih memilih tidak turun melaut, karena biaya yang dikeluarkan tidak sebanding dengan hasil yang didapatkan, karena hasil tangkapan hanya beberapa saja,” sebutnya.
Kondisi ini disebut membuat harga ikan di pantai labuhan haji mengalami kenaikan hingga 20-30 persen. Dimana harga ikan seperti ikan-ikan besar-besar,
Iakan Kakap kerapu tuna kecil, layah, tongkolsampai saat ini tembus dengan harga Rp 50 ribu perkilogram, dibandingkan dengan harga sebelumnya yakni Rp 30-35 ribu perkilogram.
Disebut ikan-ikan yang dijula oleh pedagang ikan saat ini bisanya dimabil dari Tanjung Luar Kecamatan Keruak. Karena nelayan yang ada di Kecamatan Labuhan Haji sudah tidak bisa melaut lagi.
“Dari pada kita tidak jualan lagi, iya mau tidal mau kita pergi beli ke Tanjung Luar kemudian kita jual disini, karena kalau di Labuan haji sudah tidak ada nelayan yang melaut,” katanya.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Disebut Bakal Punya Kekuatan Besar Jika Didampingi Sosok Ini di Pilpres 2024
Beberapa bulan ini, para pembeli juga sepi sehingga banyak lapak-lapak pedagang yang kosong. Para pedagang ikan bakar yang bisanya berjualam setiap hari saat ini hanya berdagang pada hari minggu saja itupun kadang-kadang. (par)
Editor: Lalu Habib Fadli







