GerbangIndonesia, Mataram – Sekretaris Pimda Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) NTB, Abdul Hakim kembali menyuarakan idenya untuk menjadikan rumah ibadah dari bagian sektor pendidikan. Sebab rumah ibadah bagian tak terpisahkan dari pembangunan sektor pendidikan menjadi keniscayaan untuk direspons pemerintah.
Baca Juga: Beruntungnya! Bocah SD Dapat Undian Rumah, Event Jalan Sehat HUT PTAM Giri Menang ke-43
“Rumah ibadah sangat berperan membentuk karakter positif religius bagi para siswa di Kota Mataram khususnya, dan NTB secara umum harus bisa mejaga toleransi dalam kemajemukan masyarakat kita. Dari sinilah saya mencermati bahwa di dunia pendidikan belum maksimal diterapkan. Itu terlihat dari belum adanya rumah ibadah yang utuh mewakili kepercayaan atau agama,” ujar Abdul Hakim saat dimintai tanggapannya di salah satu angkringan kopi di Cakranegara, Selasa (22/08/2023).
Abdul Hakim mengambil contoh seperti di Kecamatan Cakranegara. Dimana ada beberapa sekolah yang siswa dan siswinya cukup banyak yang beragama Hindu.
“Nah di situ mestinya di setiap tingkatan baik SD, SMP, SMA/SMK sederajat harusnya bisa dibangun rumah ibadah teman Hindu,” sarannya.
Dirinya pun mengaku sering mendapatkan masukan dari masyarakat Hindu, yang meminta Kemendikbud memasukkan komponen rumah ibadah dalam pembangunan pendidikan di samping keluarga dan sekolah.
Menurut Bang Akim sapaannya, hal ini sangat sejalan dengan pernyataan Mendikbud Nadiem Makarim yang di awal masa jabatannya, bahwa pembangunan pendidikan harus menjadi tanggungjawab bersama. Bukan hanya dari pihak sekolah, namun juga keluarga dan masyarakat.
“Sekali lagi, rumah ibadah memiliki peran sentral dalam pembentukan karakter dan nilai-nilai masyarakat, terutama di daerah yang plural,” tegasnya.
Politisi PKN juga menambahkan, tidak hanya di agama Hindu, agama-agama lainnya pun hampir serupa. Mereka menyerukan agar rumah ibadah menjadi bagian pendidikan di sekolah.
“Di Kota Mataram dan NTB umumnya misalnya. Sejak dulu, musala dan masjid sangat berperan besar dalam mendidik dan menggali ilmu agama. Tidak hanya sebagai tempat salat dan mengaji, mereka juga dapat belajar berbagai macam ilmu, etika bersosialisasi, dan ilmu-ilmu pengetahuan lainnya,” jelas Bang Akim.
Untuk itu, ia menyerukan agar pemerintah, baik provinsi maupun kabupaten/kota menggandeng para pemuka agama untuk membantu membentuk pribadi-pribadi siswa yang paripurna di sekolah. Para pemuka agama bisa dilibatkan dalam penyusunan Peta Jalan Pendidikan (PJP) melalui dinas terkait agar nilai-nilai toleransi dalam kemajemukan masyarakat yang ada bisa ditingkatkan bahkan menjadi lebih erat agar tercipta kehidupan yang selalu damai aman dan nyaman.
Baca Juga: Beruntungnya! Bocah SD Dapat Undian Rumah, Event Jalan Sehat HUT PTAM Giri Menang ke-43
“Kami PKN akan selalu menyampaikan masukan dan kritikan yg bersifat konstruktif terhadap pemerintah meskipun kami partai yang belum memiliki wakil di parlemen karena kami partai PKN baru lahir dan untuk pertama kali ikut dalam Pemilu. Melalui kesempatan ini saya sampaikan bahwa ini akan menjadi program kami. Juga ini adalah langkah awal yang sangat positif serta merupakan salah satu tujuan utama pendidikan kita berdasarkan UUD 1945 Pasal 31 ayat 3 bahwa dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia, yang diatur dengan undang-undang,” tutupnya. (*)
Editor: Lalu Habib Fadli







