
GerbangIndonesia, Lombok Timur – TGH Fauzan Zakaria Amin menghadiri undangan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Selong dalam acara Intermediate Training (LK II) tingkat Nasional, Senin (28/08/2023). Kegiatan yang dilaksanakan di Ponpes Buaq Ate Kembang Mate, Lombok Timur ini, Tuan Guru Fauzan (TGF) diberikan tema “Strategi dan Taktik Mempertahankan Budaya Islam Dalam Membumikan Al-Qur’an Sebagai Prinsip-Prinsip Berbangsa”.
Baca Juga: Beruntungnya! Bocah SD Dapat Undian Rumah, Event Jalan Sehat HUT PTAM Giri Menang ke-43
Dalam pemaparannya, TGF mengulas strategi dakwah Rasulullah pada fase Madinah, agar dapat ditiru dan dimodifikasi dalam menerapkan prinsip Islam dalam kehidupan bernegara.
“Saat Rosulullah di Mekkah kata TGF, beliau berdakwah secara sembunyi-sembunyi dan lebih banyak pendekatan personal. Namun ketika di Madinah, pergerakan beliau lebih terang dari matahari di siang hari. Penyebaran nilai nilai kebaikan menjadi sangat efektif karena didukung oleh sistem kekuasaan yang maksimal, maka dalam yang sangat singkat pengaruh Islam berjaya hingga menguasai jazirah Arab sebagian Afrika bahkan sebagian Eropa. Dari dulu hingga sekarang tidak terbantahkan bahwa segenggam kekuasaan jauh lebih efektif untuk melakukan perbaikan dibandingkan segudang kepintaran,” kata TGF dengan nada berapi-api.
Selain itu, Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar NTB itu menambahkan bahwa tidak semua hukum dalam islam itu dapat diterapkan di Indonesia secara leterlek namun beberapa hukum dibutuhkan penyesuaian dan harus melalui proses legislasi yang konstitusional, untuk itulah Ummat Islam tidak boleh alergi dengan politik karena hanya dengan itulah berbagai posisi strategis dapat dioptimalkan untuk melahirkan berbagai kebijakan yang berdasarkan pada prinsip-prinsip kebenaran dan keadilan.
“Secara konvensional kita sudah ikhtiar maksimal untuk membumikan nilai nilai Alquran di tengah masyarakat, namun itu tdak cukup, kita perlu menambah great perjuangan kita dalam membumikan nilai-nilai mulia itu scara sistematis melalui lembaga negara, menjadikannya sebagai aturan dalam kehidupan berbangsa,itulah kesolihan kolektif, sistematis dan konstitusional.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Disebut Bakal Punya Kekuatan Besar Jika Didampingi Sosok Ini di Pilpres 2024
“Itu dapat dilakukan dengan menempatkan wakil-wakil terbaik kita di legislatif maupun eksekutif. Ummat harus semangat berjuang dan tidak boleh terprovokasi untuk alergi dengan politik,” ajaknya. (*)
Editor: Lalu Habib Fadli






