Pemaparan Lembaga Gema Alam kepada Pemkab Lombok Tengah, Selasa (30/01/2024). FOTO IST/GERBANG INDONESIA

GerbangIndonesia, Loteng – Lembaga Gema Alam yang konsentrasi pada masalah transisi energi memberikan pemaparan kepada Pemkab Lombok Tengah sebagai salah satu kabupaten sasaran programnya di Ruang Rapat Bapperinda Kabupaten Loteng, Selasa (30/01/2024).

Baca Juga: Hadiri Kampanye Terbuka, Sukiman Azmy Ajak Masyarakat Menangkan PKN

Dalam kegiatan itu, Muhammad Juaini selaku Manajer Program bernama We For Jet (We Are For Just Energy Transition) menjelaskan jika Gema Alam saat ini sedang melakukan penelitian awal untuk mendapatkan data yang bisa digunakan dalam percepatan transisi energi yang ditargetkan akan bisa dilaksanakan pada 2030 mendatang.

Uniknya, meski yang dibahas tentang transisi energi, tetapi Gema Alam justru memaparkan hasil penelitian selama enam bulan sejak Juli 2023 hingga Januari 2024 tentang penyandang Disabilitas dan  Participatory Rural Apprasial (PRA).

Penelitian itu sendiri dilaksanakan di Desa Lantan Kecamatan Batukliang Utara dan Desa Pandan Indah Kecamatan Praya Barat seabagai dua desa di titik hulu dan hilir Lombok Tengah.

“Bukan tidak ada kaitannya, justru di sinilah letak keunikan program ini. Kami bisa katakan bahwa kemungkinan besar program transisi energi itu akan sangat berhasil jika di kemudian hari dilaksanakan oleh saudara-saudara kita penyandang disabilitas dan PRA,” ungkapnya.

Lebih jauh dikatakan, program ini akan dilaksanakan selama lima tahun mendatang. Sehingga untuk bisa mencapai tujuan transisi energi dengan mendalkan para penyandang disabilitas dan PRA sebagai pelaku utama dalam hal itu, maka Gema Alam juga sudah melaksanakan beberapa langkah awal yang utama untuk meningkatkan kapasitas para penyandang disabilitas dan PRA ini.

Program dimaksud antara lain TOT inklusi disablitias yang menyasar 21 orang, GEDSI training yang menyasar 21 perempuan ditambah pendang disabilitas, pelatihan pengorganisasian yang melibatkan 12 CO serta program pelatihan PRA yang juga melibatkan 12 CO seperti Pemdes, BPD, PKK, Kader Posyandu, penyandang disabilitas serta perempuan.

Dikatakan, transisi energi ini tidak hanya berbicara tentang energi terbarukan saja, tetapi juga berbicara tentang pemenuhan Hak Asasi Manusia, perencanaan dan implementasi yang adil bagi kelompok rentan, ruang bersuara hingga kompensasi serta perlindungan sosial bagi pihak yang terdampak.

“Program ini memimpikan adanya kelompok perempuan dan disabilitas yang mampu bergerak dalam energi yang diperbarui,” lanjutnya.

“Prinsipnya, kenapa kami belum bicara tentang transisi energy, kami mempersiapkan SDM nya dulu, dalam hal ini kami mulai dari hal yang paling marginal yakni perempuan dan disabilitas,” sambung pria gondrong yang mengaku sebagai salah satu pegiat pecinta alam ini.

Menanggapi hal tersebut, Asisten I Setda Lombok Tengah yang juga menjadi Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lombok Tengah, HL Wiraningsun menyambut baik serta mengapresiasi program yang dijalankan oleh Gema Alam ini.

Ia berharap, data awal yang ditemukan oleh Gema Alam di desa binaan melalui program We For Jet ini bisa diberikan kepada Pemerintah Daerah untuk kemudian sebagai acuan kerja secara teknis.

Baca Juga: Beruntungnya! Bocah SD Dapat Undian Rumah, Event Jalan Sehat HUT PTAM Giri Menang ke-43

“Meskipun ini tahap awal, program ini luar biasa bisa dirasakan di Lombok Tengah,” pujinya. (fiq)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here