Webinar Bahas Tantangan Hoaks dalam Dunia Pendidikan. FOTO IST/GERBANG INDONESIA

GerbangIndonesia, Bima – Banjir informasi di era digital mengakibatkan jutaan, bahkan mungkin miliaran, informasi dapat diakses oleh semua pengguna internet. Derasnya informasi ini membuat kita sulit membedakan antara informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan, dengan hoaks atau informasi yang salah. Hoaks mengalir ke mana saja, termasuk ke dunia pendidikan.

Baca Juga: Nikahi Wanita Sumbawa, Pria Asal Malaysia Ditangkap Pihak Imigrasi Lantaran Menyalahi Izin Tinggal

Untuk mencegah dan menangkal hoaks memasuki dunia pendidikan, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akan menggelar webinar literasi digital untuk komunitas pendidikan di Kabupaten Bima, Selasa (19/03/2024) pagi, pukul 09.00 WITA.

Mengusung tema ”Tantangan Hoaks dalam Dunia Pendidikan”, diskusi online yang akan diikuti secara nobar oleh para siswa sekolah menengah itu rencananya menghadirkan tiga narasumber. Mereka adalah CEO Berdigital.com A.M Bayhaqi, trainer public speaking Sonny Tulung, penyiar radio Danin Sibilo, dan Fifien Ervianti selaku moderator.

”Webinar ini juga dapat diikuti gratis dengan cara mengisi link registrasi peserta di https://s.id/zoombalinustrapendidikan1903. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan hadiah e-money sebesar Rp 1.000.000.- untuk 10 peserta yang beruntung,” tulis Kemenkominfo dalam rilisnya kepada awak media, Senin (18/3).

Terkait tema diskusi, Kemenkominfo menjelaskan, ancaman hoaks serius kini menyasar dunia pendidikan. Banyak kelompok dengan sengaja menyebarkan informasi palsu atau hoaks. Mereka memprovokasi untuk mengadu domba lewat medsos, terutama di lingkungan pendidikan.

”Perkembangan media sosial merupakan dampak kemajuan pendidikan, namun kalau tidak dijaga dengan benar dan tidak digunakan dengan baik akan mengancam dunia pendidikan itu sendiri,” jelasnya.

Untuk diketahui, webinar seperti digelar di Kabupaten Bima – NTB ini, merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang dihelat Kemenkominfo. GNLD digelar sebagai salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.

Hingga akhir 2023, tercatat sebanyak 24,6 juta orang telah mengikuti program peningkatan literasi digital yang dimulai sejak 2017. ”Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia sampai dengan akhir 2024,” tambah Kemenkominfo.

Tahun ini, program #literasidigitalkominfo mulai bergulir pada Februari 2024. Berkolaborasi dengan Siber Kreasi dan 142 mitra jejaring seperti akademisi, perusahaan teknologi, serta organisasi masyarakat sipil, program ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.

”Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, kreatif, produktif, dan aman,” tulis Kemenkominfo.

Kecakapan digital menjadi penting, karena – menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) – pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 juta jiwa penduduk Indonesia.

Mengutip survei yang dirilis APJII, tingkat penetrasi internet Indonesia pada 2024 menyentuh angka 79,5 persen. Dibandingkan dengan periode sebelumnya, ada peningkatan 1,4 persen. Terhitung sejak 2018, penetrasi internet Indonesia mencapai 64,8 persen. ”Kemudian naik secara berurutan menjadi 73,7 persen pada 2020, 77,01 persen pada 2022, dan 78,19 persen pada 2023,” urai Kemenkominfo.

Baca Juga: Beruntungnya! Bocah SD Dapat Undian Rumah, Event Jalan Sehat HUT PTAM Giri Menang ke-43

Informasi lebih lanjut terkait literasi digital dan info kegiatan dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo. (*)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here