GerbangIndonesia, Lombok Timur – Seorang pemuda berinisial MA (19), warga Dusun Ampan Belak, Kecamatan Pringgabaya Lombok Timur, harus berhadapan dengan hukum setelah kedapatan mencuri dua ponsel di rumah warga pada hari raya Idul Fitri, Senin (31/03/2025). Pelaku yang kerap disapa “Camat” ini sempat kabur, tetapi akhirnya diamankan warga dan diserahkan ke Polsek Pringgabaya.
Baca Juga: NTB Panen Medali di Porwanas Banjarmasin, Buntuti Tuan Rumah di Posisi Puncak Klasemen
Modus Masuk Rumah Saat Korban Tak Waspada
Kejadian bermula sekitar pukul 14.00 WITA saat MA memanjat tembok belakang rumah Mulaindi, seorang PNS di Kampung Pelita, Desa Pringgabaya Utara. Pintu belakang yang tidak terkunci memudahkannya masuk.
Di dalam rumah, pelaku mengambil dua ponsel merek Vivo dan sempat mencoba membongkar gudang tempat sepeda motor disimpan. Korban yang sedang berada di halaman depan tidak menyadari aksi ini.
Pelaku Kabur, tapi Jejaknya Terendus
MA meninggalkan rumah sekitar pukul 16.15 WITA dan melarikan diri ke arah Perempatan Pringgabaya. Namun, aksinya tercium warga saat ia terlihat memasuki sebuah rumah di Dusun Padamara, Desa Batuyang, sekitar pukul 21.30 WITA.
Warga yang curiga segera memeriksa identitasnya. Ketika diketahui bahwa MA diduga terlibat pencurian, masyarakat bersama Ketua RT setempat mengamankannya untuk menghindari aksi main hakim sendiri. Polsek Pringgabaya kemudian datang mengevakuasi pelaku.
Kapolsek Pringgabaya, AKP H. Suyono membenarkan insiden ini dan menyatakan bahwa MA masih menjalani pemeriksaan intensif. Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat:
• Tingkatkan kewaspadaan terhadap orang asing yang mencurigakan.
• Pastikan pintu rumah terkunci, terutama saat ditinggal keluar atau saat hari raya.
• Segera laporkan ke polisi jika melihat kejadian mencurigakan.
Baca Juga: PLN Icon Plus dan Pemprov NTB Bersinergi Wujudkan Bumi Gora Menuju Green & Smart Productivity
Polisi juga menyarankan masyarakat menyimpan ponsel, dompet, dan barang berharga lainnya di tempat yang sulit dijangkau pencuri, terutama saat libur panjang seperti Lebaran, di mana aksi kriminal sering meningkat. (*)
Editor: Lalu Habib Fadli







