Selebaran klarifikasi pihak RSUD NTB terkait jenazah bayi yang dibawa naik Taksi Online. FOTO IST/GERBANG INDONESIA

GerbangIndonesia, Mataram – Sebuah kisah pilu terjadi di RSUD Provinsi NTB ketika seorang ibu asal Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terpaksa membawa pulang jenazah bayinya menggunakan taksi online. Kejadian yang viral pada Minggu (07/04/2025) ini memicu sorotan publik terhadap prosedur pemulangan jenazah bagi pasien tidak mampu.

Baca Juga: NTB Panen Medali di Porwanas Banjarmasin, Buntuti Tuan Rumah di Posisi Puncak Klasemen

Kronologi Kedatangan Ibu Bayi ke Rumah Sakit

Ny. “Y” (25) tiba sendirian di RSUD NTB pada Jumat malam (04/04/2025) dengan keluhan tidak merasakan gerakan janin sejak tiga hari sebelumnya. Hasil pemeriksaan menunjukkan janin dalam kandungannya telah meninggal dunia (Kematian Janin Dalam Rahim/KJDR) pada usia kehamilan 24 minggu.

Dua hari kemudian, Minggu pagi (07/04/2025), bayi dengan berat 650 gram lahir spontan. Jenazah kemudian dibawa ke Instalasi Forensik untuk pemulasaran. Namun, keluarga memilih membawanya pulang ke Sumbawa Barat via taksi online karena khawatir jenazah akan membusuk.

Protes Publik dan Tanggapan RSUD NTB

Keputusan keluarga ini menuai kritik setelah terungkap biaya ambulans rumah sakit mencapai Rp 2,6 juta dianggap tidak terjangkau. Sejumlah LSM menuding RSUD NTB kurang responsif dalam membantu pasien miskin.

Menjawab hal ini, Direktur RSUD NTB dr. HL. Herman Saputra menjelaskan:

• Dana Sosial Tersedia: RSUD memiliki alokasi dana sosial dari pendapatan direktur untuk membantu pemulangan jenazah pasien tidak mampu. Dalam dua bulan terakhir, lima jenazah dari Bima, Dompu, dan Lombok Tengah telah difasilitasi.

• Koordinasi dengan MPP: Tim Manajer Pelayanan Pasien (MPP) sempat menawarkan bantuan, tetapi keluarga dikabarkan buru-buru memilih taksi online.

• Bantuan Lain: Dana sosial juga digunakan untuk menutupi iuran BPJS, denda layanan, hingga biaya hidup pasien selama perawatan.

Baca Juga: PLN Icon Plus dan Pemprov NTB Bersinergi Wujudkan Bumi Gora Menuju Green & Smart Productivity

Komitmen Perbaikan

RSUD NTB mengakui perlunya sosialisasi lebih gencar tentang layanan bantuan dan tengah menjalin kerja sama dengan pemda setempat untuk mempermudah pemulangan jenazah.

“Kami siap membantu, tetapi perlu koordinasi yang lebih cepat dengan keluarga,” tegas dr. Jack sapaan akrab Direktur. (*)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here