Pengurus Bumdes Amanah Pemenang Timur saat memberikan klarifikasi kepada wartawan. FOTO ANGGER RICO/GERBANG INDONESIA

Gerbangindonesia, Lombok Utara – Persoalan dugaan penyelewengan dana oleh Kepala Desa Pemenang Timur (Patim) dan Pengurus Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Amanah Pemenang Timur, rupanya mencuat titik terang. Setelah dilakukan mediasi akhirnya kedua belah pihak sepakat untuk berdamai. Hal ini diungkapkan pengurus Bumdes kepada wartawan, Rabu (25/06/2025).

Baca Juga: NTB Panen Medali di Porwanas Banjarmasin, Buntuti Tuan Rumah di Posisi Puncak Klasemen

Pengawas Bumdes Amanah Pemenang Timur Fathus Sabir mengatakan, pihaknya telah bertemu dan mengklarifikasi menyangkut sangkaan bahwa kades tidak memberikan hak hak mereka selama beberapa bulan. Demikian dengan mengintervensi kewenangan Bumdes yang ia sebut terjadi misskomunikasi. Pihaknya di Bumdes, beserta Kades sepakat damai dengan sejumlah hak pengurus Bumdes telah diberikan oleh desa.

“Kami pengurus Bumdes ingin klarifikasi bahwa kami pengurus bumdes amanah pemenang timur sampaikan ke gaduhan kemarin sudah berdamai, adapun hak kami sudah diberikan oleh kepala desa,” ujarnya.

“Kita ingin menjaga kedamaian, kami miskomunikasi baik desa maupun bumdes. Ke depan kita siap untuk majukan desa pemenang timur, hak kita juga sudah diberikan selama 9 bulan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pemenang Timur Muhammad Amir mengakui adanya salah persepsi antara kedua belah pihak. Menurutnya, kesalahpahaman terjadi lantaran dirinya dianggap mengambil apa yang sudah menjadi ranah Bumdes. Menyangkut itu ia mengakui lantaran petugas kebersihan datang meminta hak kepada dirinya, inisiatif ini lantas ia lakukan dengan memerintah Kasi untuk mengambil uang ke Koperasi Karya Bahari (KKB) untuk diberikan ke petugas. Namun pada intinya, pihaknya sudah berdamai dan persoalan ini piur misskomunikasi.

“Terhadap persoalan beberapa waktu lalu, semalam saya dengan pengurus bumdes menyatakan satu kesimpulan terjadi kesalahpahaman misskomunikasi. Kita sepakat lakukan klarifikasi dan kami sudah berdamai,” jelasnya.

Baca Juga: PLN Icon Plus dan Pemprov NTB Bersinergi Wujudkan Bumi Gora Menuju Green & Smart Productivity

“Untuk tuduhan ke saya itu tidak benar, waktu bulan April tanggal 9 itu kebetulan para petugas kebersihan belum dapat gaji saya kaget sehingga rasa kemanusiaan saya perintahkan kasi untuk ambil berikan honor, sebelum itu mereka yang langsung ambil,” pungkasnya.(iko)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here