
Gerbangindonesia, Lombok Utara – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, berlangsung meriah dengan rangkaian kegiatan yang melibatkan ribuan masyarakat. Berbagai acara digelar sejak pagi hingga malam, mulai dari olahraga, hiburan rakyat, hingga pawai adat.
Ketua Panitia Haerul Anam mengungkapkan, rangkaian HUT kali ini menghabiskan dana sebesar Rp37 juta. Kegiatan diawali dengan jalan sehat yang diikuti ribuan warga Sokong dan dimeriahkan door prize berupa kulkas dan sepeda.
“Sore harinya, ada zumba dan senam massal yang juga dirangkai dengan door prize, hiburan rakyat, drama tradisional, dan musik dangdut,” beber Haerul Anam
“Puncaknya sore ini akan digelar pawai alegoris pakaian adat warga Sokong yang diikuti tujuh grup gamelan beleq. Selasa sore lomba gerak jalan, dan Rabu sore penutupan,” tambahnya
Kepala Desa Sokong, Sutiadi, menyampaikan rasa syukurnya atas usia desa yang telah mencapai 63 tahun. Ia berharap semangat masyarakat untuk terus membangun desa, demikian dengan pelayanan akan terus ditingkatkan secara maksimal.
“Dengan berbagai lika-liku, Alhamdulillah Desa Sokong sekarang sudah berusia 63 tahun,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Kabupaten Lombok Utara, H. Najmul Akhyar yang hadir dalam perayaan tersebut, mengungkapkan rencana pemekaran dua desa baru, yakni Desa Pancabuana dan Murkemuning, dari Desa Sokong. Sebab menurutnya Sokong dengan usia yang tua dan disebutnya sehat, masih memungkinkan untuk di mekarkan. Mengingat tercatat ada 19 dusun yang ada di Desa Sokong idealnya harus di pisah.
“Insyaallah tidak ada kendala. Sekarang Pemda sedang berproses di tingkat provinsi untuk registrasi desa, agar Desa Sokong layak dimekarkan. Di usia 63 tahun ini, ibaratnya anaknya banyak dan masih ingin melahirkan lagi,” jelas Najmul.
HUT desa bukan sekadar seremoni, melainkan momentum evaluasi pelayanan kepada masyarakat. Ia berpesan momen ini untuk dijadikan sebagai bahan evaluasi apa saja yang sudah di raih dan diberikan kepada masyarakat dalam aspek pelayanan.
“Sehari sebelum dan sesudah HUT, harus ada evaluasi, lalu hasilnya dibuat rekomendasi, mana kekurangan, kelebihan, atau kemudahan yang bisa dioptimalkan kembali. Di Pemda, ada tiga hal yang kami tekankan pada OPD, percepatan, inovasi, dan nilai tambah. Prinsip birokrasi lama harus ditinggalkan,” katanya.
Bupati juga berharap potensi yang ada di Desa Sokong dapat semakin dioptimalkan untuk memberikan pelayanan terbaik.
“Semoga masyarakat Desa Sokong bisa terus terlayani dengan baik,” tutupnya.(iko)






