GerbangIndonesia, Lombok Timur — Pemanfaatan teknologi digital untuk kegiatan dakwah menjadi salah satu poin penting yang disampaikan Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, dalam kunjungannya ke Pondok Pesantren Darul Barokah Wal Karomah NW di Desa Lepak Timur, Rabu (05/11/2025). Di hadapan para santri dan jamaah, Edwin mengajak lembaga keagamaan untuk tidak terpaku pada pola penyampaian dakwah konvensional, melainkan mulai aktif menggunakan media digital sebagai ruang baru dalam menyebarkan nilai-nilai Islam.
Menurut Edwin, dakwah melalui platform digital seperti media sosial dan kanal video dapat memperluas jangkauan pesan keagamaan dan menjadi sarana efektif dalam menghadapi perubahan perilaku masyarakat yang semakin bergantung pada teknologi.
Selain memberikan motivasi terkait dakwah digital, Wakil Bupati juga menegaskan dukungannya terhadap peran pesantren dalam dunia pendidikan. Ia menilai lembaga pendidikan Islam telah berkontribusi dalam pembentukan generasi berkarakter dan berintegritas sejak pesantren tersebut berdiri pada 2001.
Pada kesempatan yang sama, warga menyampaikan keluhan terkait kondisi jalan di Kecamatan Sakra Timur yang dinilai membahayakan aktivitas masyarakat. Menanggapi hal tersebut, Edwin menjelaskan bahwa pemerintah daerah membutuhkan dana sekitar Rp3,6 triliun untuk menyelesaikan perbaikan seluruh jalan yang mengalami kerusakan, sedangkan kapasitas APBD saat ini baru mencapai sekitar Rp3,4 triliun.
Karena keterbatasan tersebut, Pemkab Lombok Timur menetapkan skala prioritas dengan mengalokasikan anggaran sekitar Rp250 miliar pada tahap awal. Dana itu diarahkan untuk memperbaiki ruas-ruas jalan yang telah direkomendasikan melalui kajian Dinas PUPR dan ditargetkan mampu menangani lebih dari 80 kilometer ruas jalan setelah pembahasan bersama DPRD.
Edwin turut menyampaikan arah pembangunan daerah melalui konsep Lotim SMART, yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan memperkuat kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, stabilitas ekonomi, serta penanganan kemiskinan ekstrem.
Rangkaian kegiatan di pesantren ditutup dengan tausiyah dan diskusi bersama pimpinan pesantren mengenai rencana program keagamaan dan edukasi yang akan dikembangkan demi kemajuan pendidikan di Lombok Timur.(*)







