
Gerbangindonesia, Lombok Utara – Aksi masyarakat Gili Meno yang menolak adanya PT Tiara Cipta Nirwana (TCN) untuk memproduksi air di Gili Meno rupanya ditanggapi Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar.
Menurut Bupati dua periode ini, penyediaan air bersih di Meno merupakan fokus pemerintah daerah. Sehingga ketika sistem Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) diubah ke Beach Well ini adalah salah satu cara supaya meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan air bersih di pulau tersebut.
“Sementara sistem metode beach well ini sebenarnya sudah mau selesai, tinggal menunggu izinnya saja dari pusat,” ujarnya, Senin (25/05/2026).
Dijelaskan, Meski fokus pada area wisata, pemda disebut harus tetap mempertimbangkan kebutuhan masyarakat di wilayah pesisir daratan Lombok Utara. Hingga kini, warga di daratan utama belum sepenuhnya menikmati layanan air bersih dari PDAM.
“PDAM baru sekitar 28 persen melayani masyarakat di pinggir. Sisanya belum terlayani. Jadi ini juga menjadi pertimbangan pemerintah,” jelasnya.
Terlebih, lanjut Politisi Perindo ini, opsi pemasangan pipa bawah laut yang didesak dan diinginkan masyarakat Gili Meno tidak bisa dilakukan secara terburu-buru. Hal ini dikarenakan proyek tersebut memerlukan pertimbangan teknis yang sangat matang. Demikian pula dengan kajian yang mendalam.
“Pemasangan pipa bawah laut itu pertimbangan teknisnya yang sangat kuat. Jadi tidak bisa langsung,” katanya.
Kendati begitu, pemda tidak tinggal diam menghadapi krisis air bersih di Gili Meno pihaknya mengatakan OPD teknis seperti BPBD dan PU terus melakukan suplai air bersih ke Gili Meno tetap berjalan hingga PT. TCN perusahaan yang secara resmi telah bekerjasama dengan Pemda kaitan penyediaan air bersih bisa benar benar beroperasi.
“Insyaallah tetap kita lakukan sampai metode beach well beroperasi. Intinya kalau ada air, jangan sampai kita saling mengganggu. Kalau kondisi di gili aman, tidak ada gangguan oleh masyarakat, enam bulan bisa selesai. Seandainya dari dulu diberikan peluang, saya kira sudah selesai kan yang diminta air bersih,” bebernya.
Najmul mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencari solusi, menahan diri, dan menerima agar ada jalan keluar atas persoalan air bersih yang telah bertahun-tahun membelit kawasan wisata tersebut.
“Ayolah masyarakat kita bekerja sama. Pemerintah tidak mungkin tidak melayani kebutuhan air di tiga gili karena itu kebutuhan utama. Tapi kalau terus dihalangi kan susah,” tandasnya.(iko)






