GerbangIndonesia, Lombok Barat – Pondok Pesantren (Ponpes) Lukman Alhakim Pelulan, Kecamatan Kuripan, Lombok Barat menggelar Majelis Maulid Nabi bertema “Berbagi Berkah dan Cinta dalam Gema Shalawat Nabi”, Rabu malam (27/05/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan penceramah asal Singapura, Ustad Sofyan Abi Syauqy dan dihadiri ratusan jamaah, tokoh agama, tokoh masyarakat, unsur Forkopimcam Kuripan hingga para santri dan wali santri.

Pengasuh Ponpes Lukman Alhakim, TGH Saipul Bahrain, Lc., MH., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya majelis maulid yang dinilai menjadi momentum mempererat kecintaan umat kepada Rasulullah SAW.

“Kami sangat bersyukur bisa duduk bersama dalam Majelis Maulid Nabi Muhammad SAW. Ini menjadi bukti nyata betapa besarnya cinta kita kepada Baginda Rasulullah,” ujarnya.

Ia mengatakan, majelis shalawat bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sarana untuk menjemput rahmat Allah SWT.

“Majelis Maulid Nabi menjadi sebab turunnya rahmat Allah. Orang sakit bisa diberikan kesembuhan, orang yang susah diberi kemudahan, dan yang gelisah diberikan ketenangan,” katanya.

Alumnus Al-Azhar Mesir itu juga menyampaikan apresiasi kepada Ustad Sofyan Abi Syauqy beserta keluarga yang datang langsung dari Singapura dan selama ini rutin menyalurkan ibadah kurban di pondok pesantren tersebut.

“Kami menyampaikan terima kasih atas kehadiran Ustad Sofyan Abi Syauqy beserta keluarga dari Singapura yang setiap tahun selalu melaksanakan ibadah kurban di tempat kami. Semoga menjadi keberkahan bagi kita semua,” ucapnya.

Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ustad Sofyan Abi Syauqy mengajak jamaah untuk memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

“Barang siapa bershalawat kepada Nabi satu kali, maka Allah akan menurunkan sepuluh rahmat kepadanya. Karena itu mari kita memperbanyak shalawat kepada Rasulullah SAW,” ungkapnya.

Ia menegaskan, kecintaan kepada Rasulullah tidak cukup hanya dengan ucapan, namun juga harus diwujudkan dengan meneladani sifat dan perilaku Nabi Muhammad SAW, khususnya dalam kehidupan keluarga.

“Nabi Muhammad SAW adalah teladan terbaik. Beliau sangat baik kepada keluarganya, membantu pekerjaan rumah dan menjadi sosok yang paling dicintai keluarganya,” jelasnya.

Momentum Hari Raya Idul Adha dan hari tasyrik juga dimanfaatkan Ustad Sofyan untuk mengajak umat memperkuat semangat berkurban dan kepedulian terhadap keluarga serta sesama.

“Mari kita berkurban untuk keluarga dan orang tua kita karena Allah SWT, mengikuti sunnah para nabi dan rasul,” katanya.

Majelis yang berlangsung khidmat tersebut dipenuhi lantunan shalawat dan doa bersama. Para jamaah tampak antusias mengikuti rangkaian acara hingga selesai sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here