Gerbangindonesia.co.id – Lombok Timur — Ketua Serikat Buruh Nasional Indonesia (SBNI) Lombok Timur, Sarwin, S.H., meminta PDAM Lombok Timur lebih serius memperhatikan keselamatan pekerja lapangan yang setiap hari menjalankan tugas teknis di area berisiko.

Pernyataan itu disampaikan Sarwin saat bertemu dan berdialog dengan Plt Direktur Teknik PDAM Lombok Timur, Dedy Irawan, Senin (08/06/2026). Dalam dialog tersebut, ia menyoroti pentingnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), terutama bagi petugas yang bekerja langsung di lapangan.

Sarwin mengatakan, pekerjaan lapangan PDAM bukan pekerjaan ringan. Para pekerja sering berhadapan dengan kondisi yang cukup berbahaya, seperti menggali tanah, memperbaiki pipa, bekerja di malam hari, hingga masuk ke lubang jaringan air saat terjadi gangguan.

Karena itu, ia menilai perusahaan daerah memiliki tanggung jawab penuh untuk memastikan pekerja dibekali alat pelindung diri yang layak. Perlengkapan seperti helm, sepatu safety, rompi, dan alat pengaman lain harus tersedia serta digunakan saat pekerjaan berlangsung.

“Keselamatan pekerja harus dijamin. Jangan sampai mereka bekerja di lokasi berisiko tanpa perlengkapan K3 yang memadai,” ujar Sarwin.

Ia menegaskan, K3 tidak boleh hanya menjadi aturan tertulis. Menurutnya, penerapan keselamatan kerja harus terlihat langsung di lapangan melalui ketersediaan alat, kedisiplinan penggunaan, serta pengawasan dari pihak perusahaan.

Sarwin juga mendorong PDAM Lombok Timur membangun sistem kontrol yang lebih tegas. Ia menyarankan agar ada petugas atau supervisor yang bertugas memastikan pekerja benar-benar memakai perlengkapan keselamatan saat turun ke lokasi.

“Kalau alatnya sudah ada, harus dipastikan dipakai. Jangan sampai aturan keselamatan hanya diingat setelah terjadi kecelakaan,” tegasnya.

Selain keselamatan kerja, Sarwin juga menyinggung soal kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja lapangan. Ia menilai jaminan sosial sangat penting diberikan kepada pekerja yang memiliki risiko tinggi, termasuk pekerja lepas yang terlibat dalam kegiatan teknis PDAM.

Menurutnya, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan menjadi bagian penting dari tanggung jawab perusahaan terhadap tenaga kerja. Dengan adanya jaminan tersebut, pekerja memiliki perlindungan apabila mengalami kecelakaan saat menjalankan tugas.

Menanggapi hal itu, Plt Direktur Teknik PDAM Lombok Timur, Dedy Irawan, menyampaikan bahwa pihaknya menerima masukan dari SBNI. Ia mengatakan, penerapan K3 memang menjadi hal penting yang harus terus diperkuat dalam pekerjaan lapangan.

Dedy menjelaskan, PDAM Lombok Timur telah menyiapkan sejumlah perlengkapan keselamatan dan sebagian kebutuhan tersebut sudah masuk dalam penganggaran. Namun, ia mengakui masih ada kendala dalam hal kedisiplinan penggunaan alat keselamatan oleh pekerja.

“Kami sependapat. Perlengkapan keselamatan sudah ada dan akan terus kami ingatkan agar digunakan setiap kali bekerja,” kata Dedy.

Ia menambahkan, penggunaan alat keselamatan juga berdampak pada keamanan lingkungan sekitar. Misalnya, rompi keselamatan dapat membantu pekerja terlihat oleh pengguna jalan saat melakukan perbaikan di pinggir jalan atau lokasi umum.

Sementara terkait BPJS Ketenagakerjaan, Dedy menyatakan bahwa hal tersebut akan menjadi bahan pembahasan lebih lanjut di internal PDAM. Ia memastikan masukan tersebut akan disampaikan kepada pimpinan agar dapat dievaluasi, termasuk dari sisi penganggaran.

“Masukan ini akan kami teruskan kepada pimpinan. Kalau memang perlu dimasukkan dalam anggaran, tentu akan menjadi perhatian,” ujarnya.

Sarwin berharap PDAM Lombok Timur tidak menunda pembenahan perlindungan bagi pekerja lapangan. Ia menekankan bahwa upaya pencegahan jauh lebih penting daripada menunggu terjadinya kecelakaan kerja.

Ia juga menyampaikan bahwa kritik yang diberikan SBNI merupakan bentuk kepedulian terhadap nasib pekerja, bukan untuk menyudutkan pihak tertentu.

“Kami ingin pekerja aman saat menjalankan tugas. Jangan sampai keselamatan baru dianggap penting setelah ada kejadian,” tutup Sarwin.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here