Maskapai Scoot Tambah Jadwal Terbang ke Lombok Jadi 10 Kali Seminggu
Konektivitas internasional Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kian kokoh di kancah global. Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menerima konfirmasi resmi mengenai penambahan frekuensi penerbangan langsung rute Lombok–Singapura secara signifikan, dari yang semula hanya empat kali menjadi sepuluh kali dalam seminggu.
Rute strategis ini akan dilayani oleh Scoot, maskapai penerbangan berbiaya rendah (LCC) yang merupakan anak perusahaan dari maskapai dunia, Singapore Airlines. Dengan lonjakan frekuensi ini, Lombok kini menasbihkan diri sebagai destinasi wisata dengan frekuensi penerbangan tertinggi dari Singapura di luar Pulau Jawa dan Bali.
Frekuensi Penerbangan Internasional Melonjak Mulai Juni
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas keberhasilan diplomasi dan upaya panjang yang dilakukan pemerintah daerah dalam memperluas akses penerbangan internasional ini.
“Alhamdulillah, setelah upaya panjang, frekuensi penerbangan internasional kita bertambah enam penerbangan seminggu. Jadi yang semula hanya empat belas penerbangan internasional per minggu, mulai Juni ini meningkat menjadi dua puluh penerbangan seminggu. Kami juga masih menunggu proses perizinan untuk jalur Lombok–Darwin dan Lombok–Perth,” ujar Gubernur Iqbal di Mataram.
Langkah agresif Pemprov NTB dalam menggenjot penambahan interkoneksi udara ini bukan tanpa alasan. Akselerasi penambahan jadwal penerbangan asing ini sengaja dipacu untuk menyongsong rentetan agenda berskala internasional yang akan digelar di NTB dalam waktu dekat, di antaranya ajang olahraga lari Pocari Run pada Juli mendatang serta gelaran balap motor paling bergengsi dunia, MotoGP, pada Oktober nanti.
Lombok Melawan Arus Tren Penerbangan Nasional
Keberhasilan NTB dalam menarik minat maskapai asing dinilai sebagai capaian yang luar biasa dan luar biasa kompetitif. Sepanjang setahun terakhir, jajaran Pemprov NTB tercatat telah berhasil mendorong pembukaan lima destinasi penerbangan baru, dengan dua rute tambahan ke Australia (Darwin dan Perth) yang saat ini tengah berada dalam proses finalisasi perizinan.
Tidak hanya membuka rute baru, pada jalur penerbangan eksis atau yang sudah ada saat ini, pemerintah daerah juga berhasil mendorong penambahan dua belas jadwal penerbangan baru yang masuk ke Bandara Internasional Lombok.
“Alhamdulillah, saat maskapai penerbangan asing justru sedang mengurangi jadwal penerbangan mereka ke berbagai destinasi lain di Indonesia, Lombok justru berhasil menambah jadwal penerbangan secara signifikan,” pungkas Iqbal optimistis. (*)







