GerbangIndonesia, Mataram — Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) menggelar Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dengan penuh khidmat di Lapangan Tribun Bhara Daksa Polda NTB, Rabu (01/07/2026). Momentum ini menjadi refleksi perjalanan panjang pengabdian Polri kepada bangsa dan negara, sekaligus menegaskan komitmen kuat dalam mewujudkan Polri yang Presisi dan dicintai masyarakat.
Bertindak selaku Inspektur Upacara, Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, S.E., M.H., memimpin jalannya upacara. Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh Pj. Gubernur NTB, Danrem 162/Wira Bhakti, Kepala Kejaksaan Tinggi NTB, Ketua DPRD Provinsi NTB, Kepala BNN Provinsi NTB, Kabinda NTB, jajaran Forkopimda Provinsi NTB, para Pejabat Utama Polda NTB, Ketua Dharma Wanita Pemerintah Provinsi NTB, Ketua Bhayangkari Daerah NTB, Ketua KPU dan Bawaslu NTB, serta para purnawirawan Polri.
Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun ini mengusung tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”. Tema ini menegaskan bahwa seluruh dedikasi dan perjalanan pengabdian Kepolisian Negara Republik Indonesia bermuara pada satu tujuan utama, yakni memberikan pelayanan terbaik dan ketenteraman bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda NTB membacakan amanat tertulis dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Dalam amanatnya, Presiden menyampaikan rasa bangga, ucapan selamat, serta apresiasi yang mendalam atas kerja keras dan pengorbanan tanpa lelah seluruh keluarga besar Polri dalam menjaga kedaulatan serta keamanan nasional. Presiden kemudian menekankan lima agenda prioritas sebagai kompas arah penguatan institusi Polri di masa mendatang.
Agenda pertama adalah memperkuat reformasi kelembagaan Polri agar semakin profesional, transparan, akuntabel, berintegritas, serta berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas. Kedua, meningkatkan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan menjalankan fungsi penegakan hukum secara adil dan humanis.
Agenda ketiga berfokus pada penguatan kapasitas sumber daya manusia untuk menghadapi kompleksitas ancaman di era digital. Polri dituntut mampu membangun SDM unggul yang siap menghadapi tantangan multidimensional, mulai dari kejahatan siber hingga dinamika sosial yang terus berkembang.
Keempat, meningkatkan fleksibilitas organisasi dalam menghadapi lingkungan strategis yang semakin dinamis, termasuk dampak perubahan geopolitik global yang menuntut kemampuan adaptasi tinggi dari institusi kepolisian. Agenda kelima adalah memperkuat legitimasi institusi Polri melalui peningkatan kepercayaan publik, sebab dalam negara demokrasi, tingkat kepercayaan masyarakat adalah ukuran utama keberhasilan Polri.
Seusai pelaksanaan upacara, Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja menyampaikan bahwa tantangan yang dihadapi Polri saat ini semakin kompleks dan beragam. Menurutnya, perkembangan teknologi informasi menjadi salah satu tantangan terbesar dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Nusa Tenggara Barat. Kemajuan teknologi di satu sisi membawa kemudahan, namun di sisi lain membuka peluang munculnya berbagai bentuk kejahatan baru yang lebih rumit.
“Polri, khususnya Polda NTB, tentu harus mempersiapkan langkah-langkah guna mengantisipasi hal tersebut. Sesuai arahan Bapak Presiden, Polri di era sekarang harus mampu menghadapi berbagai tantangan, baik dalam pelaksanaan tugas maupun dalam memperkuat dan mewujudkan institusi Polri yang Presisi,” ujar Kapolda NTB.
Momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini menjadi pengingat penting bahwa Polri harus terus bertransformasi, memperkuat profesionalisme, serta menjaga kedekatan dengan masyarakat demi menghadirkan pelayanan yang semakin responsif, modern, dan humanis.
Dengan semangat pengabdian delapan dekade ini, Polda NTB menegaskan kembali komitmennya untuk terus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban demi mendukung keberlanjutan pembangunan daerah serta kesejahteraan seluruh masyarakat Nusa Tenggara Barat. (*)







