Gerbangindonesia.co.id – LOMBOK TIMUR – Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menegaskan tidak akan menutup peluang bagi ASN maupun pejabat daerah yang ingin mengikuti kontestasi politik. Menurutnya, pemerintah daerah akan memberikan kesempatan sepanjang calon peserta memenuhi aturan dan prosedur yang berlaku, Senin (10/8/2026).
Haerul menyampaikan bahwa keinginan seorang ASN untuk maju dalam pemilihan merupakan hak yang harus dihormati. Pemerintah daerah, kata dia, tidak akan melakukan pembatasan selama proses tersebut dijalankan sesuai ketentuan kepegawaian.
“Kalau memang ada pejabat atau ASN yang mau mencalonkan, pasti kita izinkan. Tetapi tentu ada persyaratan dan aturan yang harus dipenuhi,” ujar Haerul Warisin.
Ia mengingatkan ASN yang ingin masuk ke arena politik tetap harus melalui mekanisme resmi. Perizinan dan persyaratan administratif menjadi bagian yang tidak dapat dilewati sebelum seorang ASN mengikuti tahapan pencalonan.
Haerul juga memberikan penjelasan mengenai status ASN setelah mengikuti kontestasi. Ia menyebut kegagalan dalam pemilihan tidak otomatis membuat ASN kehilangan kesempatan untuk kembali menjalankan tugas di instansi asalnya.
“Kalau tidak terpilih, kembali ke institusinya,” katanya.
Terlepas dari persoalan politik, Pemkab Lombok Timur tetap memprioritaskan pembangunan infrastruktur. Jalan menjadi salah satu perhatian utama karena keberadaan akses transportasi yang baik dinilai berpengaruh terhadap kelancaran aktivitas masyarakat dan perkembangan ekonomi daerah.
Haerul mengatakan konektivitas jalan yang memadai dapat memangkas hambatan mobilitas serta membantu distribusi barang dan jasa antarkawasan.
“Jalan sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
Dalam menjalankan agenda pembangunan, pemerintah daerah tetap memperhitungkan kewajiban keuangan yang harus diselesaikan. Pembayaran utang daerah masih menjadi salah satu bagian dari pengelolaan anggaran, namun Haerul memastikan kondisi tersebut telah diperhitungkan sehingga tidak menghentikan pembangunan.
Pemkab Lombok Timur bahkan menyiapkan rencana anggaran sekitar Rp150 miliar untuk pembangunan jalan pada tahun-tahun mendatang. Anggaran tersebut akan digunakan berdasarkan kebutuhan prioritas dengan mempertimbangkan kondisi keuangan daerah.
Sementara untuk program PTC, Haerul memastikan pemerintah tidak akan melakukan penambahan pada tahun depan. Program tersebut akan tetap berjalan sesuai pola yang sudah ditetapkan sebelumnya.
Perhatian terhadap kondisi jalan juga dilakukan Haerul secara langsung. Saat melakukan perjalanan menuju Labuhan Haji, ia menemukan kerusakan jalan di wilayah Desa Lendek Baru.
Setelah melihat kondisi tersebut, Haerul meminta jajaran terkait segera melakukan perbaikan. Ia memberikan batas waktu maksimal lima hari agar kerusakan tersebut dapat segera ditangani.
Menurutnya, persoalan di lokasi tersebut tidak hanya berupa permukaan jalan yang rusak. Kerusakan juga dipengaruhi oleh masalah aliran air akibat kali atau saluran yang jebol. Karena itu, penanganannya harus menyentuh penyebab kerusakan agar tidak kembali terjadi.
Haerul menegaskan bahwa pemerintah dapat mengambil tindakan berdasarkan kondisi nyata di lapangan. Perbaikan tidak harus selalu menunggu ruas tersebut masuk dalam daftar prioritas hasil Musrenbang kecamatan.
Selain sektor infrastruktur, peluang investasi di Lombok Timur juga mulai mendapat perhatian. Pemerintah daerah menerima informasi mengenai rencana pembangunan pusat perbelanjaan baru yang tengah dibicarakan antara pemilik lahan dan calon investor dari Jakarta.
Menurut Haerul, investor masih melakukan pengkajian untuk mengetahui prospek pasar dan tingkat kelayakan proyek tersebut. Potensi pasar Lombok Timur dinilai cukup besar dengan jumlah penduduk yang disebut mencapai sekitar 1,5 juta jiwa.
Namun, pemerintah tidak menginginkan pusat perbelanjaan tersebut hanya menjadi lokasi belanja. Konsep yang diharapkan lebih luas dengan menghadirkan berbagai fasilitas yang dapat menunjang aktivitas masyarakat sekaligus mendukung pariwisata.
Rencana fasilitas di dalamnya mencakup hotel, bioskop, ruang pertemuan serta berbagai pilihan kuliner. Dengan konsep tersebut, pusat perbelanjaan diharapkan dapat menjadi salah satu tempat yang menarik bagi wisatawan maupun masyarakat lokal.
“Harus ada hotelnya, bioskop, ruang pertemuan dan banyak kuliner supaya wisatawan juga bisa makan di sana,” kata Haerul.
Lokasi yang dibicarakan berada di sekitar kawasan PTCI. Haerul menegaskan lahan tersebut bukan merupakan aset pemerintah daerah, melainkan milik pribadi.
Hingga kini, pembicaraan antara pemilik lahan dan calon investor masih berlangsung. Pihak investor juga masih melakukan pembahasan internal sebelum menentukan kepastian realisasi proyek.
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berharap rencana tersebut dapat segera memperoleh kepastian dan masuk ke tahap realisasi. Investasi baru itu dinilai berpotensi menambah aktivitas ekonomi, menciptakan lapangan pekerjaan, serta membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.(red)







