Gerbangindonesia.co.id – LOMBOK TIMUR – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kabupaten Lombok Timur yang akan berlangsung di 157 desa dinilai membutuhkan kesiapan lebih dari sekadar tahapan administratif. Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) Lombok Timur mengingatkan seluruh pihak agar potensi gesekan antarpendukung diantisipasi sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar, Kamis (8/10/2026).

Ketua FKKD Lombok Timur, Khaerul Ihsan, SH, MH, mengatakan persaingan dalam Pilkades memiliki dinamika tersendiri karena berlangsung langsung di tengah masyarakat. Kedekatan antarcalon dan pendukung dalam satu wilayah, menurutnya, membuat potensi perselisihan harus menjadi perhatian sejak awal.

Khaerul mendorong dilakukan pemetaan terhadap desa-desa yang dianggap memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi. Pemetaan tersebut diperlukan agar aparat dan unsur masyarakat dapat mengetahui potensi persoalan sekaligus menyiapkan langkah pencegahan yang sesuai.

Ia menilai pengamanan tidak semestinya hanya bergerak ketika konflik sudah terjadi. Komunikasi antara kepolisian, TNI, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), tokoh masyarakat, dan elemen lainnya perlu dibangun sejak tahapan awal.

“Sedini mungkin kita antisipasi. Kita tidak bisa melihat kondisi sekarang ini memang damai, tapi di bawah itu terlihat sudah mulai ada ibarat api dalam sekam,” ujar Khaerul saat ditemui dalam kegiatan Peradi Cup di Gelang, Lombok Timur.

Menurut Khaerul, jumlah desa yang mengikuti Pilkades turut menjadi tantangan tersendiri. Dengan 157 desa masuk dalam agenda pemilihan, pengawasan dinilai harus dilakukan secara terukur agar potensi gangguan keamanan di masing-masing wilayah bisa ditangani sejak dini.

Perhatian FKKD tidak hanya tertuju pada faktor keamanan. Persaingan antara calon petahana atau incumbent dengan kandidat baru juga dinilai berpotensi meningkatkan tensi politik di tingkat desa.

Khaerul memperkirakan sejumlah kepala desa yang masih memenuhi persyaratan akan kembali bertarung. Namun, ia mengingatkan para incumbent agar tidak menggunakan pola persaingan yang terlalu agresif.

Menurutnya, pengalaman sebagai kepala desa semestinya membuat petahana lebih mampu membaca situasi, menjaga sikap, serta menghindari tindakan yang berpotensi memperkeruh keadaan.

“Kita sarankan banyak bersabar, jangan terlalu agresif. Lihat situasi dan kondisi, yang penting memantau dulu,” katanya.

Para kandidat baru juga diminta menjaga langkah politik agar tidak memicu ketegangan. Seluruh peserta Pilkades diharapkan menghormati aturan dan menjadikan persaingan sebagai proses demokrasi, bukan alasan untuk saling berhadapan secara berlebihan.

FKKD berharap seluruh pihak mengedepankan pendekatan persuasif dan komunikasi selama proses pemilihan berlangsung. Menurut Khaerul, keberhasilan Pilkades bukan hanya ditentukan oleh hasil akhir, tetapi juga oleh kemampuan semua pihak menjaga keamanan dan ketertiban hingga seluruh tahapan selesai.

Sementara itu, kegiatan Peradi Cup di Gelang turut diramaikan sejumlah pertandingan sepak bola. Himpunan Advokat Lombok Tengah mengalahkan Young Lawyer Lombok Barat dengan skor 6-2.

Dalam pertandingan lainnya, Pendopo Satu menang 3-2 atas Bapenda. Sedangkan KKGO Kecamatan Masbagik berhasil meraih kemenangan meyakinkan 4-0 saat menghadapi KAI.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here