Gerbangindonesia.co.id – MATARAM – Pemanfaatan media sosial yang semakin masif membawa tantangan tersendiri dalam menjaga keamanan dan keharmonisan masyarakat. Untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran informasi palsu, Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) mengajak warga meningkatkan kewaspadaan melalui kegiatan Subuh Keliling di Masjid Baitussalam, Sabtu (31/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Wakapolda NTB hadir bersama sejumlah pejabat utama Polda NTB untuk melaksanakan salat Subuh berjamaah sekaligus berinteraksi dengan masyarakat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Polri membangun kedekatan dengan warga melalui pendekatan keagamaan dan komunikasi yang humanis.
Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., M.M., menjelaskan bahwa agenda tersebut berlangsung sejak pukul 04.00 hingga 05.00 WITA. Wakapolda bersama rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 04.25 WITA dan mengikuti ibadah bersama jemaah.
Tidak hanya sebatas kegiatan ibadah, pertemuan tersebut juga diisi dengan penyampaian berbagai pesan terkait keamanan dan ketertiban masyarakat. Salah satu hal yang menjadi perhatian kepolisian adalah potensi gangguan kamtibmas akibat beredarnya kabar bohong di tengah masyarakat.
Wakapolda mengingatkan bahwa masyarakat perlu memiliki kecermatan dalam menerima informasi, khususnya yang berasal dari media sosial. Informasi yang belum diketahui sumber dan kebenarannya sebaiknya tidak langsung dipercaya, terlebih disebarluaskan kepada orang lain.
Kebiasaan memeriksa kebenaran berita sebelum membagikannya menjadi langkah penting untuk mencegah munculnya provokasi, kesalahpahaman, maupun keresahan publik. Karena itu, masyarakat diharapkan turut mengambil tanggung jawab dalam menciptakan ruang digital yang sehat melalui gerakan Stop Penyebaran Hoaks.
Kholid menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga situasi keamanan tetap terkendali. Kepolisian tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan dan kesadaran warga dalam memelihara ketertiban di lingkungan masing-masing.
Melalui program Subuh Keliling yang merupakan bagian dari pendekatan Polisi Bersama Masyarakat, Polda NTB berupaya menjadikan kegiatan keagamaan sebagai ruang untuk menyampaikan edukasi sekaligus memperkuat silaturahmi.
Seluruh agenda di Masjid Baitussalam berakhir sesuai jadwal dengan suasana aman dan kondusif. Polda NTB berharap komunikasi yang terbangun melalui kegiatan tersebut dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri serta mendorong terciptanya lingkungan yang damai di Nusa Tenggara Barat.(red)







