Gerbangindonesia.co.id – LOMBOK TIMUR – Dukungan pemerintah terhadap masyarakat pesisir di Kabupaten Lombok Timur kembali diwujudkan melalui penyaluran bantuan perlindungan nelayan, kebutuhan pokok, hingga sarana pengembangan budi daya perikanan. Penyerahan bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat produktivitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor kelautan.
Bantuan diserahkan dalam kegiatan Bulan Bakti Kelautan dan Perikanan di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), Desa Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru, Rabu (4/11/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Lombok Timur Muhammad Juaini Taofik yang mewakili Bupati serta Sekretaris Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Ridwan Mulyana.
Dalam kegiatan itu, sebanyak 100 nelayan memperoleh bantuan premi asuransi. Pemerintah juga menyalurkan 200 paket perbekalan atau sembako dan satu ton bibit rumput laut untuk mendukung aktivitas masyarakat pesisir.
Tidak hanya bantuan material, sejumlah sertifikasi dan fasilitas pendukung turut diserahkan, di antaranya Sertifikat Pengolahan Hasil Perikanan untuk wilayah Ekas Buana, Sertifikat Cara Budi Daya Ikan yang Baik (CBIB), serta fasilitas Poskastras.
Dukungan tersebut diharapkan dapat memberikan perlindungan kepada nelayan sekaligus memperkuat kemampuan masyarakat dalam mengembangkan usaha perikanan yang lebih produktif dan berkualitas.
Di luar penyaluran bantuan, pengembangan KNMP Ekas Buana juga menjadi perhatian dalam agenda tersebut. Kawasan ini diharapkan mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat pesisir, terutama melalui pengolahan hasil tangkapan, pemasaran produk perikanan, dan pengembangan usaha turunan lainnya.
Sekretaris Daerah Lombok Timur Muhammad Juaini Taofik mengatakan, keberadaan fasilitas KNMP harus dimanfaatkan sebagai peluang untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat. Menurutnya, pembangunan infrastruktur perlu diikuti dengan kreativitas dan kemampuan warga dalam mengelola potensi yang tersedia.
Ia mengungkapkan, persoalan kemiskinan di kawasan pesisir dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari keterbatasan aset, sulitnya memperoleh modal usaha, hingga rendahnya tingkat kunjungan ke kawasan nelayan.
Dengan adanya fasilitas KNMP, masyarakat kini memiliki sarana yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan kegiatan ekonomi. Salah satu peluang yang dinilai menjanjikan ialah meningkatkan nilai jual hasil tangkapan melalui pengolahan dan pengemasan produk.
Juaini menilai, peningkatan pendapatan tidak selalu harus dilakukan dengan memperbanyak hasil tangkapan. Pengembangan produk dan strategi pemasaran yang tepat justru dapat memberikan nilai ekonomi lebih besar terhadap komoditas yang sama.
“Aset gedung dan fasilitas ini sudah ada. Jika dikelola dan diberdayakan dengan bagus, insyaAllah dampaknya akan sangat terasa. Meskipun jumlah tangkapan nelayan secara kuantitas sama, melalui pengolahan dan branding produk yang baik di KNMP ini, nilai jualnya bisa meningkat hingga dua kali lipat,” ujarnya.
Untuk mendukung perkembangan kawasan, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berencana mengarahkan lebih banyak kegiatan ke Ekas Buana. Upaya tersebut diharapkan meningkatkan mobilitas pengunjung sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat untuk memasarkan produk lokal.
Juaini juga mengajak warga menjaga fasilitas yang telah dibangun dan mengembangkan usaha secara bertahap. Ia menegaskan bahwa keberhasilan KNMP memerlukan keterlibatan masyarakat agar sarana yang tersedia dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Sementara itu, Ridwan Mulyana saat membacakan sambutan Menteri Kelautan dan Perikanan menyampaikan bahwa peningkatan kesejahteraan nelayan harus berjalan seiring dengan pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan.
Menurutnya, Indonesia memiliki potensi kelautan yang sangat besar, termasuk kekayaan spesies laut yang masih perlu terus diteliti dan diidentifikasi. Potensi tersebut harus dikelola secara bijaksana agar mampu menopang perekonomian sekaligus menjaga kelestarian ekosistem laut.
Dalam sambutan itu turut dipaparkan enam program prioritas nasional Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yakni modernisasi kapal ikan, pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih, pembangunan model tambak udang terintegrasi, budi daya ikan darat tematik, revitalisasi tambak Pantura, serta pengembangan kawasan sentra industri garam nasional.
Untuk program KNMP, pemerintah menargetkan sebanyak 100 kawasan beroperasi di seluruh Indonesia pada 2026. Enam lokasi di antaranya berada di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), termasuk Desa Ekas Buana.
KKP menilai keberadaan KNMP harus mampu menggerakkan kegiatan ekonomi secara menyeluruh. Artinya, pembangunan tidak hanya diarahkan pada penyediaan gedung dan fasilitas, tetapi juga menciptakan ruang usaha yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir.
Meski demikian, pelaksanaan program masih dihadapkan pada sejumlah kendala, salah satunya persoalan ketersediaan lahan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, KKP akan memperbaiki perencanaan pembangunan pada 2027 dengan memastikan kesiapan lokasi sejak tahap awal.
Pemerintah daerah dan pengelola KNMP juga diingatkan agar mengoptimalkan seluruh fasilitas, memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang membutuhkan, serta melakukan pemeliharaan secara profesional. Pengelolaan kawasan diharapkan turut memperhatikan kelestarian lingkungan melalui praktik perikanan yang bertanggung jawab.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-27 Kementerian Kelautan dan Perikanan. Momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat sekaligus menyerap berbagai aspirasi serta kebutuhan nelayan di lapangan.
Rangkaian acara juga diisi dengan telekonferensi bersama Menteri Kelautan dan Perikanan dari kawasan KNMP Ciwaru, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Melalui penyaluran bantuan dan pengembangan KNMP, pemerintah berharap masyarakat pesisir Lombok Timur memperoleh kesempatan ekonomi yang lebih luas. Kawasan Ekas Buana pun diharapkan berkembang menjadi sentra perikanan yang tidak hanya mendukung aktivitas nelayan, tetapi juga menjadi tempat tumbuhnya usaha produktif dan peningkatan nilai tambah hasil laut.(red)







