Gerbangindonesia.co.id – LOMBOK TIMUR – Perubahan pola kerja dan peningkatan tanggung jawab menjadi perhatian Direktur Utama PDAM Lombok Timur, Sopyan Hakim, S.Kep., Ners, dalam upaya mendorong kemajuan perusahaan. Ia mengajak seluruh pegawai menjadikan kualitas pelayanan masyarakat sebagai tolok ukur utama dalam menjalankan tugas, Jumat (06/11/2026).
Dalam arahannya pada apel pegawai, Sopyan menegaskan bahwa perusahaan penyedia layanan publik dituntut mampu mengikuti kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Karena itu, setiap pegawai harus memiliki kesadaran untuk bekerja lebih efektif dan memberikan respons yang sesuai ketika pelanggan menghadapi kendala.
Ia menilai, kecepatan dalam merespons pengaduan merupakan bagian penting dari tanggung jawab perusahaan. Setiap persoalan yang disampaikan masyarakat perlu ditindaklanjuti dengan serius, sehingga pelanggan mendapatkan kepastian mengenai penanganan masalah yang mereka hadapi.
Tidak hanya menyangkut pelayanan, Sopyan juga menyoroti perlunya pembaruan dalam lingkungan kerja. Ia mengajak jajarannya untuk tidak terpaku pada kebiasaan yang selama ini dijalankan, melainkan mulai membangun inisiatif dan meningkatkan kualitas pekerjaan melalui berbagai perbaikan.
Menurutnya, keberhasilan perubahan sangat bergantung pada kemauan seluruh pegawai untuk bergerak bersama. Setiap personel memiliki peran yang saling berkaitan dalam mendukung operasional perusahaan, sehingga tidak boleh ada pihak yang mengabaikan tanggung jawabnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya membangun hubungan kerja yang harmonis antara pegawai senior dan junior. Pengalaman kerja diharapkan dapat menjadi modal untuk saling berbagi pengetahuan, sementara pegawai lainnya didorong untuk terus mengembangkan kemampuan dan menunjukkan kinerja terbaik.
Sopyan berharap semangat pembenahan tersebut dapat tumbuh menjadi budaya kerja baru di lingkungan PDAM Lombok Timur. Dengan dukungan seluruh pegawai, perusahaan diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat kualitas pelayanan, serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan air bersih.(red)







