GerbangIndonesia, Lotim – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur, melakukan evaluasi terhadap pembukaan sekolah atau pelaksanan pembelajaran secara tatap muka sejak 16 November lalu.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lotim, Dewanto Hadi mengatakan, proses evaluasi tersebut dilakukan sejak lima hari berjalan proses belajar mengajar. Secara umum proses tersebut juga sudah berjalan sebagaimana yang diharapkan, namun ada beberapa catatan di beberapa sekolah dalam penerapan protokol kesehatan yang harus diperbaiki pada minggu kedua ini.

“Sehingga monitoring tim ini tetap kita lakukan terus menerus. Bahkan kualifikasinya akan lebih kita perketat lagi, untuk bisa memastikan bahwa sekolah itu bisa memenuhi edaran Bupati yang sudah disampaikan,” ujar Dewanto saat ditemui di ruangannya, (24/11).

Dari hasil evaluasi secara kualitatif, bagi sekolah-sekolah yang kurang total memberikan catatan dalam mempersiapkan ketentuan-ketentuan yang sudah digaris bawahi, pihaknya akan mendatangi kembali sekolah-sekolah tersebut.

“Mudah-mudahan ada progres perbaikan, misalnya kemarin sekolah yang kurang tempat cuci tangannya sudah bisa ditambah, kemudian secara tempat Duduk nya. Ke samping 1,5 meter, kemudian ke belakang kurang 1,5 meter sudah disesuaikan,” katanya.

Untuk pembelajaran selanjutnya, penerapan protokol kesehatan disetiap sekolah bisa mendekati sempurna. Adapun hingga saat ini belum ada laporan siswa yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Mudah-mudahan tidak terjadi, sehingga itulah kepentingan kita setiap minggu harus semakin kita sempurnakan ketentuan-ketentuan dari empat menteri itu, terkait dengan pembelajaran tatap muka,” ujarnya.

Adapun persiapan pembelajaran semester genap pada tahun 2021 mendatang sudah siapkan dari sekarang. Sehingga pembelajaran semester genap pada tahun 2021 mendatang di lotimy sudah siap.

Lanjutnya, dengan melihat situasi pembelajaran saat ini, Lotim akan melanjutkan pembelajaran secara tatap muka. Hal tersebut juga merujuk pada surat edaran empat menteri yang baru. Dimana Kepala Daerah diberikan kebijakan untuk melanjutkan pembelajaran secara tatap muka.

“Kalau penggunaan masker seluruh sekolah sudah menjalankan, namun yang namanya anak-anak ketika pulang mereka buka, sehingga itu perlu peran semua pihak, baik dari guru, satpam maupun orang tua agar masker ini dipakai sampai di rumah ketika pulang sekolah,” katanya.

Ia menambahkan, dari saran Kepala Daerah, untuk sekolah yang memberlakukan dua sift, ke depannya diharapkan untuk memberlakukan hanya satu sift saja. Hal ini guna menghindari kumpulan masa ketika pergantian sift.

“Jadi satu sift itu terbaik, ketika selesai langsung selesai, sehingga tidak ada anak-anak yang pulang pergi, karena itu yang mengumpulkan masa,” tutup Dewanto. (*)

Tegakkan protokol kesehatan dengan #pakaimasker, #jagajarak, dan #cucitangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here