GerbangIndonesia, Lotim – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lombok Timur menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) sejak 11-13 Desember. UKW kali ini diikuti 18 insan pers dari berbagai media.
Ketua PWI NTB, H Nasrudin mengatakan, UKW tersebut merupakan kali pertama yang digelar oleh PWI Lotim. UKW kata Nasrudin, sebagai modal utama bagi seorang jurnalis untuk memperoleh predikat resmi.
“UKW memberikan motivasi demi kebaikan masyarakat secara menyeluruh. Karena dengan UKW yang diikuti, seorang wartawan bersikap profesional dalam menjalankan tugasnya di dunia jurnalistik,” ujar Direktur RRI Mataram itu.
Dikatakannya, Lombok Timur patut diapresiasi karena mampu menggelar UKW. Sehingga dirinya berharap daerah lainnya di NTB dapat mengikuti hal tersebut.
Lebih lanjut dirinya menyampaikan, Potensi dan SDM yang dimiliki wartawan Lombok Timur tidak kalah dibanding daerah lainnya. Apalagi keterlibatan Pemda Lotim yang sangat mendukung kegiatan media.
Diakuinya pula, perhatian Pemda Lotim terhadap insan pers cukup besar. Sehingga sinergitas antara pers dan Pemda berjalan harmonis.
“Pemda Lotim sangat besar peranannya di NTB, sehingga untuk kedepannya Lotim diharapkan menjadi motor penggerak di NTB,” harap wartawan senior di NTB itu.
Sementara itu, Wabup Lombok Timur H. Rumaksi Sj, SH kembali menegaskan bahwa baik buruknya suatu daerah tergantung wartawan. Dalam menjalankan profesi jurnalistiknya, seorang wartawan harus profesional, independen dan menginformasikan secara faktual.
“Jadi bukan berdasarkan karena subjektifitas,” ungkap Rumaksi.
Karenanya, lanjut Rumaksi, UKW merupakan salah satu bentuk kewajiban para wartawan untuk bisa meningkatkan kompetensinya dalam mengikuti perkembangan zaman.
Ia juga menyoroti kredibilitas wartawan. Saat ini seseorang dianggap sangat mudah memperoleh predikat sebagai wartawan. Apalagi dengan kehadiran media portal online yang belakangan ini menjamur.
“Kadang-kadang media dibangun karena ada kepentingan. Misalnya pegiat LSM dengan mudah menjadi wartawan. Hanya bermodal sekedarnya, mampu membuat media. Saya terkadang tidak bisa membedakan mana wartawan, mana pula LSM,” ujarnya.
Dengan UKW, dapat dikategorikan bahwa mereka yang terjun didunia jurnalistik adalah yang memiliki ilmu, kapasitas dan kredibel.
“Kalau wartawan tidak profesional maka terjadi mala petaka. Seorang wartawan sebelum menyandang wartawan harus punya sertifikat,” pungkasnya. (*)







