Gerbangindonesia.co.id – Lombok Timur – Perkembangan pesat Koperasi Konsumen Syariah Karya Terpadu Madani di Desa Rarang mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Wakil Menteri Koperasi Republik Indonesia, Farida Farichah, melakukan kunjungan kerja ke koperasi tersebut dan melihat langsung model pemberdayaan ekonomi masyarakat yang telah berjalan selama puluhan tahun.
Kunjungan yang berlangsung pada Selasa (28/6/2026) itu diterima oleh Sekretaris Daerah Lombok Timur, Muhammad Juaini Taofik, didampingi Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Lombok Timur, Baiq Farida Apriani, bersama jajaran pengurus dan anggota koperasi.
Dalam kesempatan tersebut, Sekda Lombok Timur menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat melalui berbagai program ekonomi kerakyatan. Salah satu program unggulan yang dikembangkan adalah Lotim Berkembang, yakni skema pembiayaan tanpa bunga yang dirancang untuk membantu pelaku usaha kecil sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap praktik rentenir.
Menurutnya, keberadaan koperasi syariah menjadi mitra strategis pemerintah dalam menciptakan sistem ekonomi yang lebih sehat dan berpihak kepada masyarakat kecil.
“Pembangunan ekonomi tidak hanya berbicara tentang pertumbuhan, tetapi juga bagaimana masyarakat dapat mengakses permodalan secara mudah dan aman. Koperasi seperti ini telah membuktikan perannya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Wamenkop RI mengapresiasi konsistensi pengurus koperasi yang mampu menjaga kepercayaan anggota hingga menjadikan koperasi berkembang menjadi salah satu lembaga ekonomi rakyat yang kuat di daerah.
Ia menilai keberhasilan koperasi tersebut merupakan contoh nyata bahwa semangat gotong royong dan tata kelola yang baik masih menjadi kunci utama dalam membangun ekonomi berbasis masyarakat.
Di tengah maraknya pinjaman online ilegal, kata dia, keberadaan koperasi yang sehat dan terpercaya menjadi alternatif penting bagi masyarakat untuk memperoleh akses permodalan tanpa harus terjerat praktik keuangan yang merugikan.
Wamen juga mengingatkan pentingnya peningkatan literasi keuangan, terutama bagi para ibu rumah tangga, agar mampu mengelola keuangan keluarga secara bijak dan tidak mudah tergoda dengan tawaran pinjaman instan.
Selain itu, ia turut mensosialisasikan program Koperasi Desa Merah Putih yang digagas pemerintah sebagai upaya memperkuat perekonomian desa melalui pengelolaan koperasi yang dimiliki dan dijalankan oleh masyarakat sendiri.
Sementara itu, Ketua Koperasi Karya Terpadu Madani, Baiq Rusmiati, mengungkapkan bahwa koperasi tersebut berawal dari kelompok kecil yang dibentuk oleh sepuluh orang petani dan nelayan pada 1993. Berkat semangat kebersamaan dan kerja keras para anggota, koperasi tersebut resmi berdiri pada 1998 dan terus berkembang hingga kini memiliki 4.902 anggota.
Tidak hanya bergerak di sektor simpan pinjam dan pembiayaan, koperasi ini juga aktif menjalankan berbagai program sosial, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat. Saat ini, total aset yang dikelola mencapai hampir Rp20 miliar.
Perjalanan panjang koperasi tersebut juga telah mengantarkannya meraih berbagai penghargaan dari pemerintah pusat sejak era pemerintahan Soeharto hingga masa kepemimpinan Joko Widodo.
Kunjungan Wakil Menteri Koperasi RI diharapkan menjadi dorongan bagi pengembangan koperasi-koperasi lainnya di Kabupaten Lombok Timur sehingga mampu menjadi pilar utama dalam mewujudkan ekonomi kerakyatan yang tangguh dan berkelanjutan.(dan)






