GerbangIndonesia, Lotim – Sebanyak 58 atlet tenis meja se-NTB mengikuti Kejuaraan Tenis Meja Bupati Cup III di Bale wartawan Lombok Timur. Lomba kali ini terdiri dari tingkat pelajar, pemula dan kadet. Acara tersebut direncanakan akan berlangsung selama tiga hari kedepan.

Bupati Lotim H M Sukiman Azmy mengaku sangat mengapresiasi Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) karena kegiatan tersebut bisa terselenggarakan walaupun di tengah pandemi dan krisis ekonomi.

“Oleh karena itu perlu adanya kreasi, inovasi dan inisiasi dari pimpinan cabor  untuk menyelenggarakan acara seperti ini walaupun secara sederhana. Tidak perlu banyak biaya, yang penting ada niat, partisipasi dan sponsor saya kira bisa dilaksanakan,” beber Sukiman usai membuka kejuaraan tersebut, Jumat (25/12).

Ia menyebutkan, Kejuaraan Tenis Meja Bupati Cup III yang digelar ditengah situasi Pandemi Covid-19, telah mendapatkan izin dari tim Gugus Tugas Covid-19 Lotim. Tentunya rangkaian lomba ini dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Dikatakannya, jika protokol kesehatan  sudah diterapkan maka kelaster perlombaan tidak akan muncul. Ia juga berharap, siapa saja yang ber kontribusi dan terlibat dalam perlombaan tersebut benar-benar menjalankan Protokol kesehatan secara ketat.

“Gunakan masker, penggunaan masker itu ringan sederhana, sesering mungkin cuci tangan, jaga jarak seperti ini,” pintanya.

Ia juga berharap kepada semua cabang olahraga di Lotim agar tidak tiarap walaupun di tengah Pandemi Covid-19. Ia juga menyebut bagaimanapun pembinaan tidak mungkin diberhentikan.

Sekda Lotim sekaligus ketua PTMSI Lotim, HM Juaini Taufik mengatakan, pada tahun 2021 mendatang satu atlet Lotim akan mewakili NTB untuk mengikuti PON. Sehingga dengan digelarnya acara tersebut untuk mengukur latihan dari pada Kader dan Pemula untuk menambah semangatnya.

“Kejuaraan ini sebelumnya direncanakan digelar pada pertengahan 2020 yang lalu, namun mengingat situasi Pandemi Covid-19 sehingga di gelar pada akhir bulan Desember walupun masih berada pada situasi Pandemi,” beber Juaini.

Lanjutnya, digelarnya acara tersebut dengan spesifikasi kelompok umur dibawah 15 tahun untuk melakukan pembinaan kepada atlit Lotim, mengingat yang pokus terhadap pembinaan atlit di Lotim masih kurang.

“Sehingga digelarnya acara ini dengan spesifikasi umur tujuannya lebih ke jangka panjang,” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here