GerbangIndonesia, Loteng – Mewabahnya Covid-19 membuat pelaku usaha perhotelan cukup terpukul. Pembatasan aktivitas, dan berkurangnya penerbangan membuat okupansi hunian turun drastis. Hotel-hotel di lokasi wisata jadi salah satu yang terdampak Covid-19.

Ketua Mandalika Hotel Assosiation (MHA), Samsul Bahri menyebut, okupansi kamar di hotel yang dikelolanya sejak Maret 2020 menurun drastis. Sepinya kunjungan juga ikut membuat pemesanan kamar menurun.

“Okupansi drop, tapi karena dari awal sudah niat bahwa kita tidak akan tutup, maka kita tetap buka sampai sekarang,” kata Samsul saat ditemui GerbangIndonesia akhir pekan lalu.

Selain sepinya pemesan kamar hotel, lanjut Samsul, pihaknya juga banyak kehilangan pendapatan dari sektor MICE (meetings, incentives, conventions and exhibitions).

“Tadinya sudah banyak event, tapi cancel,” sesal Samsul.

“Untuk mensiasatinya, kami jual kamar dengan harga sangat murah. Tidak pernah kami jual harga segitu meski saat gempa 2018 lalu. Teman-teman biasanya nge-jual di atas Rp 1 juta malah turun jadi Rp 300 ribu,” jelas pria yang juga General Manager JM-Hotel Kuta tersebut.

Pengusaha hotel seperti dirinya merasakan berat menanggung biaya dasar, seperti listrik, hingga gaji karyawan. Namun saat ini, dirinya mulai berpikir optimistis bahwa pariwisata Indonesia, khususnya di Lombok segera bangkit. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here