GerbangIndonesia, Loteng – Kedatangan Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah ke Dusun Sape Desa Kabul Kecamatan Praya Barat Daya Lombok Tengah membawa keberkahan bagi masyarakat setempat. Pasalnya, sejumlah program Pemprov akan direalisasikan tahun ini. Seperti proyek jembatan yang panjangnya sekitar 15 meter melintasi sungai akan dibangun Gubernur melalui Dinas PUPR NTB tahun ini. Terlebih suara yang didengarkan Gubernur di lokasi jika air bah datang siswa siswi meliburkan diri, mereka tidak bisa keluar untuk bersekolah.

Begitu juga dengan jalan lingkungan akan diatasi oleh Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) NTB. Sementara yang mengenai harapan masyarakat untuk kebutuhan Sumur bor akan diatasi oleh Dinas ESDM NTB.

“Jadi yang hadir mendampingi saya sore ini lengkap. Ada para kepala OPD (PU,Perkim, ESDM, DPMPD, Tanbun, Karo Pemerintahan) yang akan menjawab kebutuhan masyarakat disini,” ungkap gubernur dalam sambutannya diacara Silaturahmi dan Diskusi bersama Gubernur NTB tema “Dari Desa Untuk NTB Gemilang” yang diselenggarakan Pemuda Gemilang Desa Kabul Sabtu kemarin di Loteng.

Dalam kunjungan itu Gubernur melihat langsung kondisi infrastruktur di desa. Menuju lokasi acara Gubernur diajak Pemuda Gemilang berjalan kaki melewati jalan lingkungan yang rusak dan becek lalu melintasi sungai yang mana selama ini dijadikan jalan oleh masyarakat setempat meski hanya bisa dilalui roda dua.

Gubernur mengatakan, Gemilang adalah kondisi saat sebuah tempat menjadi baik dan penuh keberkahan Tuhan (baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur) namun pembangunan fisik sebagai bentuk kemajuan harus pula ditata.

Pembangunan fisik, lanjutnya harus pula disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan serta memperhitungkan manfaat. Kesederhanaan, keaslian dan keindahan desa terkadang menjadi daya tarik dan keunikan tersendiri bagi orang modern yang merindukan desa. Namun demikian, Gubernur menginginkan kendala pembangunan di desa tetap menjadi perhatian dan tanggungjawab semua pihak mulai dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten sampai pemerintah desa.

Untuk diketahui penduduk dusun Sape berjumlah 343 KK atau sekitar 650 jiwa. Masyarakat Sape penduduknya petani sebagian lainnya usaha cetak bata merah. Di dusun tersebut hanya ada satu titik jalan keluar masuk yang bisa dilalui roda empat tepatnya di kawasan Lauq. Jika Jembatan itu dibangun maka akan memudahkan masyarakat dusun Sape kawasan Utara.

“Pembangunan perlu ditata. Pembangunan fisik menegasikan pembangunan non fisik,” ujar Gubernur.

Oleh karena itu, salah satu penggeraknya adalah pemuda. Gubernur menyebut, pemuda Gemilang, orang orang yang memiliki cita cita menjadikan tempat mereka lebih baik dan damai penuh berkah. Selain kritis terhadap situasi, pemuda juga diharapkan memiliki jiwa mandiri dan mampu menyelesaikan persoalan bersama.
Begitu pula dengan pemimpin harus memiliki kerendahan hati selalu berkomunikasi dengan warganya.

“Makanya nanti di (kerjakan) PU. Nah ini juga lihat kondisi jalan, Perkim atasi ini,” kata Gubernur menunjuk kondisi jalan lingkungan itu kepada Kadis Perkim, Jamaludin saat jalan balik ke Mobilnya sembari dijawab Perkim dengan kata siap.

Terpisah Kadis PU PR NTB, Sahdan mengatakan selain masyarakat yang berharap agar bisa dibangunkan jembatan itu tahun ini termasuk Pemprov NTB. Untuk itu pihaknya akan mencarikan sumber anggarannya terlebih dahulu. Diakuinya membangun jembatan membutuhkan anggaran besar sehingga penganggaran jembatan tersebut, lanjut Sahdan banyak alternatif termasuk bisa dilakukan termasuk sharing anggran Pemrov dengan Kabupaten.

“Pembagiannya nanti siapa bangun bawah siapa bangun atas. Makanya nanti kita carikan anggarannya terlebih dahulu,” janji Sahdan.

“Harapan dikerjakan tahun ini, saya kira sama harapannya, tidak hanya masyarakat, termasuk saya dan bapak Gubernur juga. Cuma yang perlu kita ini (carikan) darimana dulu anggarannya ya,” ungkapnya.

Sebelumnya Kepala Desa Kabul, Sahurim mengemukakan persoalan infrastruktur terutama jalan desa yang menjadi kendala aktifitas warga. Dikatakannya, meski dana desa sebesar Rp 1,5 miliar belum mencukupi pos penggunaan infrastruktur sebesar 75 persen. Sisanya digunakan untuk pemberdayaan sebesar 15 persen dan Bumdes sebesar 10 persen. Ia mengatakan kondisi yang sama rata rata terjadi di sebelas dusun di Desa Kabul.
Hal lain adalah soal sulitnya air saat musim kemarau bahkan terkadang untuk air bersih karena sawah di desa ini seluruhnya adalah tadah hujan.

“Sebetulnya sudah dianggarkan untuk pembuatan sumur bor tapi terkendala dana karena dialihkan untuk BLT Covid-19,” ujar Kades.

Kades berharap ada bantuan untuk permodalan bagi sebagian warga yang berprofesi pedagang selain bantuan untuk memulai rintisan desa wisata.

Ketua Pemuda Gemilang Desa Kabul, Jhoni Sutangga menyampaikan rasa terimakasih atas kedatangan gubernur bersama rombongan.

“Kami sangat bangga dan terharu, kampung kami di Lombok Tengah bagian selatan bisa dikunjungi orang nomor satu di NTB,” ujar Jhoni.

Jurnalis Koran Radar Mandalika itu mengatakan apa yang disaksikan Gubernur merupakan bukti ril kondisi infrastruktur Desa. Untuk itu ia meyakini beberapa persoalan akan mampu dijawab oleh Pemprov NTB. Jhoni juga berharap Desa Kabul dan Pemuda Gemilang Desa Kabul menjadi salah satu binaan Pemrov NTB dalam rangka sama sama membangun NTB Gemilang.

“Dari sekian desa di NTB agar Desa Kabul menjadi salah satu binaan khusus Bapak Gubernur,” harapnya.

Gubernur juga memberikan bantuan berupa modal usaha untuk mendirikan warung kopi sebesar Rp 10 juta, modal untuk beberapa usaha perorangan Rp 5 juta hingga bantuan seragam dan alat olahraga. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here