GerbangIndonesia, Mataram – Kabinet Gotong Royong Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Hamzanawadi menggelar rapat terbatas bersama Rektor, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, M.Pd yang didampingi oleh Wakil Rektor III Dr. H. Musifuddin, M.Pd di Mataram, Jumat (22/1). Rakor ini dalam rangka membangun sinergitas yang berkelanjutan untuk bersama-sama melewati masa krisis di masa pandemi.

Ummi Rohmi menyampaikan bahwa mahasiswa Universitas Hamzanwadi kedepan harus semakin banyak memainkan peran dan menangkap peluang. Selain itu harus banyak berinovasi, memiliki pemikiran yang mencari terobosan, jalan keluar dalam rangka membangun kualitas diri dari dan menjemput masa depan yang lebih cerah.

“Jiwa-jiwa yang pandai mengambil peluang, berani berkorban, bekerja keras, diasah dari sekarang dengan ikut di organisasi, belajar manajemen dan kepemimpinan, karena itu yang bisa membuat kita bisa survive dan bersaing,” ungkapnya.

“Kalau kita sudah terbiasa bekerja keras, ada rasa berdosa bila hari-hari kita terbuang sia-sia. Sebetulnya gak ada istilah saya gak bisa kuliah, tidak bisa menggapai cita-cita, orang sampah aja bisa dijual kok. Anak-anak muda besar-besar dan kuat, punya tenaga, pikiran, jaringan. Ada 1001 cara untuk meraih kesuksesan itu, Allah itu maha pemurah dan memberi jalan,” sambung wanita yang juga Wakil Gubernur NTB itu.

Ummi Rohmi menjelaskan, sampah bisa jadi uang. Artinya yang dibuang-buang orang itu jika kita mau melakukan sesuatu bisa menjadi sesuatu yang bernilai dan berdampak postif bagi keberlangsungan hidup manusia.

Dalam rapat khusus tersebut dihadiri oleh Presiden Mahasiswa, Wakil Presiden Mahasiswa, Sekjen, Bendahara Umum dan Mentri Kominfo BEM Universitas Hamzanwadi. Setidaknya ada 4 poin hal penting disampaikan oleh penguru BEM dalam kesempatan tersebut.

Salah satu yang disampaikan oleh Ishak Badawi selaku Wakil Presiden Mahasiswa adalah rencana kedepan sebagai bentuk ikhtiar dan kontribusi mahasiswa Universitas Hamzanwadi dalam sektor pariwiwisata khusunya di NTB, membuat program 100 content creator Universitas Hamzanwadi.

“Program ini kita harapkan bisa membantu pemerintah dan masyarakat dalam rangka pemulihan pariwisata kita, dari program ini nanti 100 mahasiswa terpilih akan diberikan pelatihan, pembinaan cara membuat content yang baik dan positif, cara buat video, menulis artikel-artiker yang ke depan mereka semua akan mengeksplore semua potensi daerah, serta mempromosikan destinasi wisata kita,” tuturnya.

“Tidak cukup sampai di situ, tapi juga akan diberikan pelatihan cek fakta agar bisa mengetahui berita yang beredar itu hoaks atau tidak, kemudian sampai menghasilkan uang dari karya-karya content yang dibuat melalui youtube, website atau platform lainnya,” tutupnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here