GerbangIndonesia, Loteng – Kemenangan Pathul-Nursiah dalam gelaran Pilkada Lombok Tengah disebut-sebut sebagai kemenangan masyarakat Lombok Tengah secara menyeluruh.
Meski demikian, sejumlah kalangan masih meragukan hal itu. Sebab, pasangan dengan jargon Maiq-Meres itu duduk di kursi Loteng 1 dan 2 Lombok Tengah melalui usungan partai politik. Di antaranya Partai Golkar, Nasdem, PDI-P, Gerindra dan sejumlah partai pendukung lainnya.
Bahwa isu yang berkembang bahwa sejumlah partai Politik sudah menyisipkan orang di birokrat untuk menduduki jabatan strategis di pemerintahan.
Pathul Bahri selaku Bupati terpilih saat diwawancarai mengenai hal ini mengakui bahwa porsi jabatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sudah dipersiapkan. Hanya saja, dia tidak mau mengakui bahwa poisisi jabatan itu sudah ‘dipesan’ sebelumnya oleh partai pengusung serta pendukung ataupun sebagai balas budi terhadap pejabata yang sudah membantunya di saat prosesi Pilkada 2020 lalu.
“Jelas sudah disiapkan (Pengisi jabatan OPD-Red) dan akan kita mutasi segera,” tegasnya.
Lebih jauh Pathul mengatakan jika pihaknya memang sudah mempersiapkan orang-orang yang akan menduduki jabatan di masing-masing dinas Lombok Tengah. Dia juga memastikan, orang yang akan menduduki jataban itu adalah orang-orang yang betul-betul kompeten di bidangnya.
“Tidak ada itu politik balas budi, kita sesuaikan dengan kompetensi masing-masing,” janjinya.
Ditanya mengenai adanya parpol pengusung maupun pendukung yang menitipkan ‘orang’ di jabatan tertentu, Pathul tidak menjawab pasti.
“Yang pasti tidak ada politik balas budi,” singkatnya.
Meski begitu, santer beredar kabar bahwa sejumlah parpol bahkan oknum yang mengatas namakan Tim Sukses Maiq-Meres melakukan aksi ‘jual kursi’ ke sejumlah pejabat sampai meminta ‘mahar’ uang yang tergolong banyak.
“Jangan percaya kalau ada yang meminta uang untuk mendapat jabatan,” tandasnya membantah isu yang beredar saat ini.
Sementara itu, Politisi senior Partai Golkar, HL Kelan mengatakan jika Golkar tidak pernah mempersiapkan ataupun meminta pasangan Pathul-Nursiah untuk menempatkan orang tertentu pada jabatan tertentu.
Dia memastikan jika dirinya tidak pernah berkomunikasi mengenai hal itu kepada pemenang Pilkada itu. “Saya memastikan saya tidak pernah memesan jabatan diisi oleh pejabat tertentu,” tegasnya.
Hanya saja, pria yang akrab disapa Miq Tuan itu tidak berani memastikan jika partainya dan partai pengusung lainnya tidak menitip pejabat di birokrat nantinya.
“Saya tidak tau kalau yang lain ya, itu urusan mereka,” sambungnya.
Yang jelas, sambung dia, jika memang Pathul-Nursiah betul-betul menginginkan perubahan bagi Lombok Tengah ke arah yang lebih baik lagi, dia menyarankan agar menempatkan pejabat pada porsi keilmuan yang tepat, tidak berdasarkan pada pesanan dan balas budi semata.
“Kalau mau Lombok Tengah maju, ya tempatkan orang sesuai kemampuan dan bidangnya, baru tepat. Tapi kalau mau monoton bahkan mundur, ya silakan saja sesuai permintaan,” sentilnya. (gi05)







