GerbangIndonesia, Lotim – Sejak beberapa waktu terakhir, harga cabai di pasaran melonjak. Hal ini diduga dikarenakan intensitas curah hujan yang begitu tinggi.
Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Lotim Neni Yuliwati mengatakan, curah hujan yang agak lama juga mengakibatkan jumlah produksi cabai yang dihasilkan petani juga menurun.
“Tidak hanya di Lotim, di semua wilayah di Indonesia ini juga mengalami curah hujan yang agak lama. Tidak seperti biasanya sehingga hal ini yang menyebabkan harga cabai mengalami kenaikan,” bebernya.
Menurut dia, pada tahun ini angka tanam cabai di Lotim dalam keadaan Normal, dari jumlah luas areal tanam cabai di Lotim mencapai 3500 Hektare.
Kata dia, faktor cuaca saat ini juga menyebabkan tanaman cabai terkena penyakit Antraknosa pada tanaman yang mengakibatkan cabai menjadi hitam dan rontok.
“Sehingga cabai yang beredar di pasaran menjadi kurang karena terserang penyakit ini,” katanya.
Sementara itu, guna mengantisipasi permasalahan tersebut, pihaknya berharap para petani cabai dapat melakukan sejumlah alternatif yakni dengan menggunakan Teknologi plastik UV.
“Sebenarnya petani juga bisa menanam cabai saat sedang tidak musim tanam cabai sehingga hasil panen bisa lebih bagus,” tutupnya. (*)






