GerbangIndonesia, Lotim – Pada tahun 2020 lalu tercatat sebanyak 1.133 kasus atau sekitar 27 persen kasus TBC di Lombok Timur. Jumlah ini menjadikan Lotim menduduki posisi terakhir dengan kasus TBC di tingkat Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kepala Seksi P2P Dinas Kesehatan Lotim, Satar menjelaskan, jumlah kasus TBC di Lotim selama pandemi Covid-19 memang mengalami penurunan. Pada tahun 2019, tercatat sekitar 37 Persen kasus TBC di Lotim. Sedangkan pada 2020 hingga saat ini hanya 27 persen kasus.
Dalam meminimalisir kasus TBC di Lotim peran kader sangat dibutuhkan. Mengingat para penderita TBC maupun pengidap gejala TBC berada di tengah-tengah masyarakat.
“Penanganan TBC di Puskesmas tidak mungkin berjalan dengan mulus kalau tidak ada bantuan dari kader. Para kader ini adalah ujung tombak. Yang paling tahu gejala dan pendrita TBC di masyarakat iya kader,” jelasnya.
Lebih jauh dia menyebutkan, kasus TBC tersebut merupakan penyakit yang serius. Dia menilai TBC tersebut lebih ganas dari pada Covid-19. Kata dia, jumlah kematian yang disebabkan oleh TBC tercatat sebanyak 40 kasus per tahunnya .
“Tujuh orang meninggal per satu jamnya oleh TBC ini. TBC ini lebih bahaya dengan Covid-19,” tutupnya. (*)








