GerbangIndonesia, Lotim – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur sudah meminjam dana Rp 100 milar dari PT SMI beberapa waktu lalu. Rp 22 miliar diantaranya akan digunakan untuk melanjutkan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lombok Timur.
Direktur RSUD Lombok Timur, Syarif Hidayatullah menjelaskan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu kepastian dana tersebut. Apapun untuk perencanaan pengalokasian dana tersebut sudah jelas.
“Untuk penggunaannya diperencanaan itu sudah jelas semuanya,” terang Syarif saat ditemui di ruangannya, Rabu (7/4).
Kata dia, dana tersebut nantinya akan digunakan untuk penambahan ruangan kamar operasi. Mengingat Rumah Sakit Lotim saat ini baru memiliki satu kamar operasi saja.
Selain itu, dana tersebut juga akan digunakan untuk pembangunan ruang tunggu keluarga pasien dan melengkapi ruangan laboratorium. Sebab ruang Lab yang dimiliki saat ini masih belum mencukupi.
“Yang besar itu melengkapi alat kesehatannya, jadi membuat kamar operasi itu membutuhkan biaya mahal. Terbesar di sana, melengkapi kamar operasi ini,” jelasnya.
Di satu sisi anggaran tersebut dinilai sangat kecil, jika dilihat dengan mahalnya perlengkapan dan kebutuhan penunjang kesehatan. Meski demikian, dirinya meyakini dengan anggaran Rp 22 miliar tersebut pihaknya bisa berbuat banyak.
“Itu yang kita buktikan dengan terbatasnya pelengkapan bisa kita melayani,” kata dia.
Lebih lanjut Syarif mengatakan, saat ini pasien yang dirujuk ke RS Labuhan Haji semakin banyak sehingga dirinya memprediksikan kedepannya akan terjadi kekurangan kamar.
“Sekarang sudah banyak pasien yang datang dari luar, tidak hanya dari Kecamatan Labuhan Haji saja melainkan dari semua kecamatan,” tutupnya. (*)







