Sejumlah alat berat mulai merobohkan sejumlah pertokoan, Senin (17/5). FOTO SUPARDI/GERBANGINDONESIA

GerbangIndonesia, Lotim – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, sejak Minggu (16/5) sejumlah pertokoan yang terletak di Jln TGKH Zainuddin Abdul Madjid mulai digusur. Dimana tempat tersebut nantinya akan dibuat Ruang Terbuka Publik (RTP).

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lotim, Hj. Baiq Miftahul Wasli mengatakan pembangaunan RTP tersebut akan di bangun di tiga titik yakni sebelah timur, tengah dan utara.

“Untuk tahun ini, sesuai dengan yang sudah disepakati dengan pihak balai yang sebagai pemilik anggaran, pembangunan RTP ini akan mulai dilakukan dari titik tengah,” terangnya.

Kata dia, untuk lokasi selanjutnya, akan dilanjut tekan tahun depan jika tidak ada kendala sesuai dengan rencana awal. Adapun pembangunan tersebut merupakan program KotaKu.

“Sumber pendanaannya dari Kementerian PURP melalui Dirjen Cipta Karya, yang pelaksana tekhnisnya ialah balai wilayah,” imbuhnya.

Ia menyebutkan, untuk anggaran program kotaku secara keseluruhan pada tahun 2021  berjumlah Rp 14 miliar. Adapun untuk pembangunan RTP  yang di lokasi tengah memakan anggarannya mencapai Rp 2,5 miliar.

“Anggaran yang Rp 2,5 ini untuk tahap awal saja, penyempurnaan lebih lanjut nanti akan menyesuaikan dengan kondisi keuangan daerah,” katanya

Ia menambahkan, meskipun pembangunan RTP tersebut dari pemerintah pusat, tidak menutup kemungkinan Pemkab Lotim juga akan ikut terlibat dalam melanjutkan pembangunan tersebut.

“Selebihnya kita akan rencanakan. Apakah berikutnya nanti dari dana APBD nanti, insya Allah pembangaunan nya kita akan lanjutkan,” ucapnya.

Sementara itu, salah seorang pemilik toko yang enggan disebutkan nama mengatakan, dirinya dan pemilik toko lainnya berharap ada ganti rugi dari pemerintah daerah. Meskipun sedikit yang penting ada yang dipakai untuk menambah biaya sewa ruko yang baru.

“Kita berharap ada ganti rugi walpun sedikit. Karena kan toko ini, kita rawat juga, kalau tidak mau kasih ganti rugi, buatkan kami toko di lokasi yang strategis, dan pas buat menampung barang-barang kami,” harap dia saat ditemui di sela kesibukannya mengemas barangnya.

Ia meyebutkan, dirinya menyewa ruko baru sebesar Rp 25 juta pertahun. Namun lokasinya toko yang baru tersebut dinilai agak kecil dari toko sebelumnya, sehingga toko yang baru tersebut dinilai tidak muat untuk menampung barang dagangannya.

“Setuju-setuju saja kalau lokasi ini dijadikan ruang terbuka sebagai ikon kota santri dan pendukung wisata religi atau apa lah. Tapi buatkan kita tempat yang betul-betul cocok dan bisa menampung barang-barang kami,” katanya.

Lebihnya lanjut ia mengatakan, sebelumnya Pemkab Lotim menyuruh para pedagang untuk pidah ke PTC Pancor, namun ia dan pedagang lainnya tidak mau. Sebab tempat tersebut tidak cocok untuk berjualan dan kekecilan. (par)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here